Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah lagi setelah menguat dalam dua hari perdagangan hingga kemarin. Kamis (11/6), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 45 atau 0,25% menjadi Rp 17.989 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 10 atau 0,06% menjadi Rp 17.981 per dolar AS.
Tak cuma rupiah, pasar saham pun kembali tertekan pada hari ini. Aksi jual menggarisbawahi ekspektasi suku bunga yang akan naik lagi untuk membatasi arus keluar modal.
Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun juga meningkat lagi menjadi 7,45%.
Setelah kenaikan BI Rate sebesar 75 basis points dalam dua bulan terakhir, pasar memperkirakan Bank Indonesia berpotensi mengerek lagi suku bunga acuan.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (11 Juni 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Selain rupiah, pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia. Won Korea melemah 0,65%. Rupee India melemah 0,51%.
Dolar Singapura melemah 0,08%. Yuan China melemah 0,04%.
Sebagian mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan melemah 0,17%. Peso Filipina melemah 0,09%.
Ringgit Malaysia menguat 0,06%. Baht Thailand menguat 0,02%.
Dolar Hong Kong menguat 0,01%. Yen Jepang menguat 0,006%.
Baca Juga: Investor Asing Jual Triliunan, Tapi IHSG Tetap Melonjak Tinggi Hari Ini (10/6)
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini menguat. Indeks dolar kembali ke atas level 100.
Indeks dolar menguat 0,15% menjadi 100,09 pada hari ini.
Presiden AS Donald Trump mengatakan akan ada lebih banyak serangan ke Iran jika negara di Teluk Persia ini menolak untuk menyetujui kesepakatan perdamaian sementara. Pernyataan ini menyusul bentrokan malam kedua antara pasukan kedua negara.
Trump memerintahkan serangan udara karena frustrasi atas kurangnya kemajuan perundingan. Iran membalas dengan menembaki pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Iran juga mengatakan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk semua jenis kapal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
