Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat meski masih berada di atas level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Jumat (5/6), kurs rupiah spot menguat Rp 13 atau 0,07% menjadi Rp 18.036 per dolar AS.
Meski menguat hari ini, kurs rupiah spot masih melemah 0,87% dalam sepekan dari posisi Rp 17.881 per dolar AS pada Jumat (29/5) lalu.
Kurs rupiah Jisdor hari ini stagnan di angka Rp 18.039 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor melemah 0,87% dari Rp 17.883 per dolar AS.
Kementerian Keuangan mencatat APBN per Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan defisit April 2026 yang sebesar Rp 164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB.
Hingga Mei 2026, pendapatan negara mencapai Rp 1.185 triliun atau 37,6% dari target APBN tahun ini sebesar Rp 3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 19,1% secara tahunan.
Belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp 1.365,4 triliun atau 35,5% dari target APBN. Realisasi tersebut tumbuh 34,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 6 Juni 2026 - Cek Semua Ukuran
Purbaya menilai kenaikan belanja tersebut menunjukkan pemerintah berhasil mempercepat pelaksanaan program-program prioritas tanpa mengorbankan disiplin fiskal.
"Belanja negara tetap tumbuh 34,4%, bagus. Artinya sesuai dengan target. Kita selalu ingin mempercepat belanja," ujarnya.
Mayoritas mata uang Asia hari ini menguat terhadap dolar AS. Rupee India melemah paling tajam, yakni 0,89%. Peso Filipina menguat 0,21%.
Yuan China menguat 0,10%. Dolar Singapura menguat 0,10%. Yen Jepang menguat 0,07%.
Baht Thailand menguat 0,06%. Dolar Hong Kong menguat 0,006%.
Sedangkan ringgit Malaysia melemah 0,45%. Won Korea melemah 0,40%. Dolar Taiwan melemah 0,09%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,19% menjadi 99,22 dari hari sebelumnya. Secara mingguan, indeks dolar 0,28%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
