Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tajam lagi di awal pekan ini. Senin (15/6), kurs rupiah spot Rp 151 atau 0,85% menjadi Rp 17.709 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor bahkan menguat Rp 202 atau 1,13% menjadi Rp 17.719 per dolar AS.
Rupiah mencatat penguatan terbesar dalam lebih dari setahun. Kesepakatan AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz meningkatkan minat terhadap aset berisiko dan menurunkan nilai tukar dolar AS.
Penguatan kurs rupiah yang signifikan berpotensi menghasilkan penundaan kenaikan suku bunga dari Bank Indonesia lebih lanjut dalam waktu dekat.
Bank Indonesia secara mengejutkan mengerek suku bunga acuan pada pekan lalu setelah kenaikan yang terjadi tiga pekan sebelumnya. Dalam dua kali kenaikan, BI Rate naik menjadi 5,50% dari sebelumnya 4,75%.
Siklus kenaikan suku bunga dua kali ini bertujuan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Ketika kurs rupiah tidak lagi menembus rekor terlemah baru, maka kebutuhan untuk mengerek suku bunga tidak ada lagi.
Seluruh mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada hari ini. Rupiah memimpin penguatan. Baht Thailand menguat 0,68%.
Peso Filipina menguat 0,54%. Rupee India menguat 0,42%. Won Korea menguat 0,31%.
Dolar Taiwan menguat 0,25%. Ringgit Malaysia menguat 0,18%. Dolar Singapura menguat 0,16%.
Yuan China menguat 0,08%. Yen Jepang menguat 0,06%. Dolar Hong Kong menguat 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,23% ke 99.52. Indeks dolar melemah dalam tiga hari perdagangan beruntun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
