Nilai Tukar Rupiah: Menguat 2 Hari, Ancaman Defisit Fiskal Masih Mengintai

Senin, 27 April 2026 | 18:12 WIB
Nilai Tukar Rupiah: Menguat 2 Hari, Ancaman Defisit Fiskal Masih Mengintai
ILUSTRASI. Senin (27/4), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 18 atau 0,10% menjadi Rp 17.211 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di hari perdagangan kedua setelah menyentuh titik paling lemah sepanjang masa. Senin (27/4), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 18 atau 0,10% menjadi Rp 17.211 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalur, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 51 atau 0,30% menjadi Rp 17.227 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor juga menguat dua hari beruntun dari titik paling lemah sepanjang masa di angka Rp 17.308 per dolar AS yang tercatat pada Kamis (23/4) lalu.

Meski menguat dua hari, pergerakan kurs rupiah melawan dolar AS masih rentan tertekan. Masalah inti yang menyebabkan pelemahan kurs rupiah masih bercokol di pasar, yakni kekhawatiran fiskal yang berpotensi defisit besar.

Selain risiko defisit anggaran, ada kekhawatiran lain berupa pelemahan surplus perdagangan di tengah kenaikan harga minyak. Data neraca dagang bulan Maret akan dirilis pekan depan, Senin (4/5) bersama dengan data inflasi April.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 27 April 2026 - Semua Minus 0,6%

Data perdagangan Maret akan menunjukkan efek langsung perang Iran vs AS yang dimulai akhir Februari 2026. Perang ini menyebabkan harga minyak dan komoditas energi lain melesat tinggi.

Rupiah tak sendirian menguat hari ini. Mayoritas mata uang Asia pun perkasa menghadapi dolar AS.

Won Korea menguat paling tajam, yakni 0,45%. Ringgit Malaysia menguat 0,32%. Dolar Singapura menguat 0,18%.

Dolar Taiwan menguat 0,17%. Yuan China menguat 0,15%. Yen Jepang menguat 0,14%.

Rupee India melemah 0,07%. Peso Filipina melemah 0,005%.

Dua mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,32%. Dolar Hong Kong melemah tipis 0,02%.

Baca Juga: 5 Saham LQ45 Keluar: Ini Daftar Lengkap Saham Penggantinya Periode 4 Mei-31 Juli

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,26% menjadi 98,28. Ini adalah pelemahan indeks dolar dua hari beruntun setelah menguat tiga hari sebelumnya.

Pasar keuangan global akan mencermati keputusan suku bunga pada rapat Federal Reserve pekan ini. Suku bunga Fed Funds Rate diprediksikan akan tetap.

Selain keputusan suku bunga, bank sentral AS juga akan menghadapi perubahan kepemimpinan. Komite Perbankan Senat dijadwalkan akan memberikan suara pada nominasi Kevin Warsh pada 29 April 2026. Warsh adalah pilihan Presiden AS Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]