Kurs Rupiah Melemah Lagi Hari Ini (21/5) Setelah BI Rate Naik

Kamis, 21 Mei 2026 | 15:58 WIB
Kurs Rupiah Melemah Lagi Hari Ini (21/5) Setelah BI Rate Naik
ILUSTRASI. Rupiah Terlemah Sepanjang Masa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan setelah jeda menguat sehari. Kamis (21/5), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 13 atau 0,07% menjadi Rp 17.667 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kemarin rupiah menguat setelah tembus penutupan perdagangan di Rp 17.706 per dolar AS di hari sebelumnya. 

Berbeda arah, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 12 atau 0,07% menjadi Rp 17.673 per dolar AS.

Para pelaku pasar mencermati dampak kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada Rabu (20/5). BI Rate melonjak menjadi 5,25% untuk memperkuat pertahanan terhadap rupiah setelah mata uang ini jatuh ke level terendah berturut-turut bulan ini.

Rupiah melemah bersama dengan sejumlah mata uang Asia. Won Korea melemah 0,45%. Baht Thailand melemah 0,13%.

Dolar Singapura melemah 0,06%. Yen Jepang melemah 0,04%. Dolar Hong Kong melemah 0,001%.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (21 Mei 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Beberapa mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Rupee India menguat 0,47%. Peso Filipina menguat 0,21%.

Ringgit Malaysia menguat 0,18%. Dolar Taiwan menguat 0,16%.  Yuan China menguat 0,009%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini menguat 0,07% menjadi 99,16. Indeks dolar kemarin melemah 0,24%.

Indeks dolar pekan ini bergerak fluktuatif. Risalah rapat Federal Reserve menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed memperingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi terus berada di atas target 2% secara berturut-turut.

Banyak pejabat The Fed menyerukan penghentian pelonggaran moneter. Para pejabat ini juga memberikan sinyal bahwa langkah selanjutnya bisa berupa kenaikan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]