Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menguat tipis di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 8 atau 0,05% menjadi Rp 17.632 per dolar AS pada Selasa (8/9).
Penguatan tipis kurs rupiah spot ini melanjutkan penguatan tipis 0,01% di perdagangan kemarin. Meski hanya bergerak tipis-tipis, kurs rupiah spot telah menguat empat hari perdagangan berturut-turut.
Sedikit berbeda, kurs rupiah Jisdor justru menguat Rp 35 atau 0,20% menjadi Rp 17.618 per dolar AS setelah kemarin melemah.
Salah satu penyokong penguatan kurs rupiah adalah masuknya dana asing di pasar surat berharga negara. Dana asing di SBN meningkat dalam tiga bulan berturut-turut hingga Agustus.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (8 September 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Bahkan, angka bulanan asing di SBN ini merupakan angka tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Pada 4 September 2026, asing menggenggam Rp 917 triliun SBN.
Di pasar spot, sejumlah mata uang Asia menguat bersama rupiah. Yen Jepang menguat 0,16%.
Dolar Taiwan menguat 0,10%. Won Korea menguat 0,04%.
Sementara mayoritas mata uang Asia justru melemah terhadap the greenback. Ringgit Malaysia menguat 0,39%. Rupee India melemah 0,38%.
Baht Thailand melemah 0,22%. Peso Filipina melemah 0,03%. Dolar Singapura melemah 0,03%.
Dolar Hong Kong melemah 0,02%. Yuan China melemah 0,02%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,20% menjadi 98,98. Indeks dolar kini bergerak antara 98-99 di tengah aksi tunggu pasar keputusan suku bunga pada rapat bank sentral AS FOMC pertengahan September.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
