Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tipis di awal pekan ini. Senin (7/9), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 2 atau 0,01% menjadi Rp 17.640 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berbeda arah, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 17 atau 0,10% menjadi Rp 17.653 per dolar AS.
Kabar baik dari peningkatan cadangan devisa bulan Agustus belum mampu mengerek kurs rupiah lebih kencang. Cadangan devisa Indonesia per akhir Agustus 2026 meningkat menjadi US$ 146,51 miliar dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 145,34 miliar.
Bank Indonesia menyebutkan, cadangan devisa meningkat terutama karena pendapatan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang kebutuhan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi mata uang di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Baca Juga: IHSG Turun 0,25% Hari Ini (7/9), Sektor Keuangan Tumbang
Mayoritas mata uang Asia hari ini menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin dengan penguatan 1,26%.
Dolar Taiwan menguat 0,29%. Baht Thailand menguat 0,10%. Peso Filipina menguat 0,06%.
Dolar Singapura menguat 0,05%. Yuan China menguat 0,01%.
Dolar Hong Kong menguat 0,005%. Rupee India menguat 0,004%.
Dua mata uang Asia melemah tipis menghadapi dolar AS. Won Korea melemah 0,07%. Ringgit Malaysia melemah 0,04%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,28% menjadi 98,89. Pelemahan dolar AS terhadap yen yang cukup besar pada hari ini menyebabkan indeks dolar tertekan. Maklum, yen juga termasuk dalam mata uang utama yang hari ini menguat tajam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
