Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat lagi menjelang akhir pekan ini. Jumat (23/1), kurs rupiah di pasar spot menguat p 76 atau 0,45% menjadi Rp 16.820 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan tajam rupiah hari ini menyebabkan rupiah mampu menguat 0,40% sepekan dari posisi Rp 16.887 per dolar AS pada Jumat (15/1). Padahal, pekan ini rupiah sempat menyentuh penutupan paling lemah sepanjang masa di Rp 16.956 per dolar AS pada Rabu (21/1).
Kurs rupiah Jisdor juga menguat tajam Rp 64 atau 0,38% menjadi Rp 16.838 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,25%.
Rupiah mengakhiri pelemahan dua pekan sebelumnya berkat janji bank sentral untuk melakukan intervensi besar-besaran. Bank Indonesia (BI) menegaskan hal ini setelah menahan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada Rabu (21/1).
Kabar buruk datang dari obligasi negara. Harga surat berharga negara (SBN) acuan seri FR0108 tenor 10 tahun turun sepanjang Januari ini. Penurunan harga menyebabkan yield FR0108 naik dari 6,08% di akhir tahun lalu menjadi 6,34% pada 23 Januari 2026.
Baca Juga: Ancaman Rp 17.000 Menjauh, Rupiah Memimpin Penguatan Mata Uang Asia
Mayoritas mata uang Asia menguat bersama dengan rupiah pada hari ini. Ringgit Malaysia memimpin pelemahan sebesar 0,82%.
Yen Kepang menguat 0,28%. Dolar Singapura menguat 0,18%.
Dolar Taiwan menguat 0,15%. Peso Filipina menguat 0,10%. Yuan China menguat 0,07%.
Empat mata uang Asia melemah pada hari ini. Rupee India melemah 0,33%. Baht Thailand melemah 0,23%.
Won Korea melemah 0,06%. Dolar Hong Kong melemah 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,01% menjadi 98,35. Indeks dolar melemah 1,04% dalam sepekan terakhir di tengah kenaikan tensi global akibat rencana pencaplokan Greenland oleh AS.
Selanjutnya: Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa Guardia RENCANA Syariah
Menarik Dibaca: Turis Korea Banyak yang Suka, Sanggraloka Ubud Siapkan Ragam Layanan Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
