Rupiah 3 Hari Berturut Melemah Hingga Selasa (3/3), Negara Pengimpor Minyak Waspada

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:59 WIB
Rupiah 3 Hari Berturut Melemah Hingga Selasa (3/3), Negara Pengimpor Minyak Waspada

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah di hari perdagangan ketiga. Selasa (3/3), kurs rupiah di pasar spot melemah tipis Rp 4 atau 0,02% menjadi Rp 16.872 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 16.870 per dolar AS. Rupiah spot dan Jisdor melemah dalam tiga hari perdagangan beruntun. Tekanan jual terutama terjadi di awal pekan setelah meletusnya perang AS-Israel melawan Iran.

Harga obligasi negara merosot. Bahkan, imbal hasil surat utang negara acuan tenor 10 tahun mencapai 6,,51%. Ini adalah angka tertinggi sejak Agustus tahun lalu.

Kenaikan imbal hasil SUN menunjukkan aksi jual di pasar obligasi negara. Aksi jual ini beriringan dengan tekanan jual yang terjadi di pasar saham domestik.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (3 Maret 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang melemah. Ada kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak mentah akan membebani neraca transaksi berjalan negara pengimpor minyak bersih.

Baht Thailand mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,68%. Ringgit Malaysia melemah 0,42%.

Won Korea melemah 0,41%. Peso Filipina melemah 0,41%.

Dolar Taiwan melemah 0,34%. Dolar Singapura melemah 0,27%. Yen Jepang melemah 0,11%.

Sementara yuan China mengungguli semua mata uang Asia karena People's Bank of China (PBOC) menetapkan referensi kurs harian yang lebih kuat. Yuan menguat 0,08%. Dolar Hong Kong juga menguat 0,17%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,63% menjadi 99. Ini adalah level tertinggi indeks dolar sejak 20 Januari 2026.

Perang Iran menyebabkan pelaku pasar memilih aset yang terhitung aman. Tak seperti pada umumnya, saat ini harga emas dan dolar sama-sama menguat.

Pada kondisi biasa, kedua aset tersebut biasanya bergerak berkebalikan. Ketika harga emas naik, dolar melemah dan sebaliknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]