Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Jumat (6/2) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) berubah dua kali dalam sehari
Pada pagi hari harga emas Antam turun Rp 100.000 per gram dari harga sehari sebelumnya Rp 2.956.000 per gram menjadi Rp 2.856.000 per gram.
Petang hari, harga emas batangan Antam naik Rp 34.000 per gram, sehingga harga menjadi Rp 2.890.000 per gram.
Baca Juga: Rupiah Melemah Akibat Ancaman Moody's: 13 Perusahaan Raksasa Indonesia Terkena Dampak
Di lain sisi, harga buyback emas Antam oleh Logam Mulia juga berubah dua kali dalam sehari.
Pagi hari, harga buyback emas Antam turun Rp 149.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.720.000 per gram menjadi Rp 2.571.000 per gram.
Lalu petang hari, harga buyback naik Rp 69.000 per gram menjadi Rp 2.640.000 per gram.
Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 250.000 per gram.
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (6 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Sumber: Logam Mulia
Baca Juga: Bedah Perdagangan Saham BEI 5 Februari 2026, Melacak Jejak Smart Money
Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 2.890.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 2.640.000 per gram oleh Logam Mulia.
Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.
Baca Juga: IHSG Merah pada Hari Kamis (5/2), Investor Asing Buang Ratusan Miliar Saham Ini
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%, Kurs Rupiah Justru Loyo Hari Ini (5/2)
Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.
- Membeli emas pada 30 Januari 2026 (Rp 3.120.000 per gram) = -15.38% (rugi)
- Membeli emas pada 06 Januari 2026 (Rp 2.549.000 per gram) = 3.57% (untung)
- Membeli emas pada 06 November 2025 (Rp 2.287.000 per gram) = 15.44% (untung)
- Membeli emas pada 06 Agustus 2025 (Rp 1.950.000 per gram) = 35.38% (untung)
- Membeli emas pada 06 Mei 2025 (Rp 1.931.000 per gram) = 36.72% (untung)
- Membeli emas pada 06 Februari 2025 (Rp 1.670.000 per gram) = 58.08% (untung)
- Membeli emas pada 06 November 2024 (Rp 1.543.000 per gram) = 71.10% (untung)
- Membeli emas pada 06 Agustus 2024 (Rp 1.413.000 per gram) = 86.84% (untung)
- Membeli emas pada 06 Mei 2024 (Rp 1.310.000 per gram) = 101.53% (untung)
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (5 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Selanjutnya: OJK: Aset Industri Perasuransian Naik 5,95% di Tahun 2025
Menarik Dibaca: Sambil Salurkan Bantuan, Enervon Nusantara Run 2026 Digelar Minggu (8/2) di TMII
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
