1. Home
  2. Infografik

Penyediaan Uang Tunai BI Masa Lebaran

Sumber: Bank Indonesia
Update : 18 Maret 2026

BI Siapkan Uang Tunai Lebaran 2026 Rp185,6 Triliun, Kembali Normal Setelah Lonjakan Pascapandemi

Kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode Lebaran tetap tinggi, meski tren penyediaannya oleh bank sentral mulai menunjukkan normalisasi. Pada 2026, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi lonjakan transaksi selama Ramadan dan Idulfitri.

Jumlah ini meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar Rp180,9 triliun. Namun, nilainya masih lebih rendah dari puncak penyediaan uang tunai pada 2024 yang mencapai Rp197,6 triliun dan 2023 sebesar Rp195 triliun.

Jika melihat tren lebih panjang, penyediaan uang tunai terus meningkat sejak masa pandemi. Pada 2020, nilainya berada di Rp157,96 triliun, lalu naik menjadi Rp162,14 triliun pada 2021 dan Rp175,26 triliun pada 2022. Kenaikan ini sejalan dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Lonjakan signifikan terjadi pada 2023 dan 2024, ketika kebutuhan uang tunai melonjak tajam. Periode tersebut bertepatan dengan fase pemulihan pascapandemi, di mana konsumsi masyarakat meningkat drastis, termasuk untuk kebutuhan mudik, belanja, dan berbagai aktivitas Lebaran lainnya.

Namun, setelah mencapai puncaknya, tren mulai bergerak turun. Pada 2025, penyediaan uang tunai oleh Bank Indonesia menurun, sebelum kembali naik secara moderat pada 2026.

Pergerakan ini mencerminkan bahwa kebutuhan uang tunai masyarakat mulai kembali ke pola yang lebih normal. Fase “euforia konsumsi” pascapandemi yang mendorong lonjakan besar pada 2023–2024 kini telah mereda.

Di sisi lain, perkembangan sistem pembayaran digital juga ikut memengaruhi. Masyarakat kini semakin terbiasa menggunakan transaksi non-tunai, baik melalui mobile banking maupun dompet digital, sehingga ketergantungan terhadap uang fisik secara bertahap berkurang.

Meski demikian, uang tunai tetap memegang peran penting selama Lebaran. Tradisi berbagi uang kepada keluarga, transaksi di pasar tradisional, hingga kebutuhan di daerah yang belum sepenuhnya terdigitalisasi membuat permintaan uang tunai tetap tinggi.

Kenaikan kembali pada 2026 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri tetap kuat. Namun, dengan tren digitalisasi yang terus berkembang, ke depan pertumbuhan penyediaan uang tunai diperkirakan tidak akan setinggi periode awal pemulihan pascapandemi, melainkan bergerak lebih stabil mengikuti kebutuhan riil masyarakat.

Tahun
Jumlah
2020
157,96
2021
162,14
2022
175,26
2023
195,00
2024
197,60
2025
180,90
2026
185,60

Infografik Terbaru

Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 8 Hari 12 Menit lalu
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
Cadangan Devisa Turun Dalam Empat Bulan Beruntun Hingga April 2026
Bank Indonesia | 8 Hari 44 Menit lalu
Cadangan devisa turun lagi menjadi US$ 146,2 miliar per April 2026. Ini adalah penurunan dalam empat bulan beruntun dan terendah sejak Agustus 2024
Neraca migas Indonesia terus defisit secara konsisten sejak tahun 2012 hingga Maret 2026
BPS | 06 Mei 2026
Neraca dagang Indonesia secara total terus mencatat surplus dalam 71 bulan hingga Maret 2026
Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Q1-2026
BPS | 05 Mei 2026
Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak ekonomi dengan kontribusi 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Mencapai Level Tertinggi Sejak Kuartal IV-2022
BPS | 05 Mei 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61% secara year on year (YoY), naik dari 4,87% di kuartal I 2025
Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Kembali Surplus
BPS | 04 Mei 2026
Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, meningkat dibandingkan surplus US$ 1,27 miliar pada Februari 2026
Inflasi April 2026 Turun Menjadi 2,42% Secara Tahunan
BPS | 04 Mei 2026
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, terjadi inflasi 2,42% pada April 2026. Tingkat inflasi bulanan sebesar 0,13% dan year to date 1,06%
10 Negara Produsen Kakao Terbesar 2024
FAO | 29 April 2026
Produk komersial cokelat hasil laboratorium diperkirakan akan masuk pasar AS pada akhir 2026 atau 2027, memunculkan kekhawatiran bisnis kakao tradisional
Kinerja Jeblok 10 Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI
BEI | 23 April 2026
Sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan sejak awal tahun. Penurunan terutama terjadi pada BREN dan DSSA
DSSA dan BREN Memimpin Top Laggards IHSG 22 April 2026
Bloomberg | 22 April 2026
Meski mayoritas saham menguat, penurunan saham big cap seperti DSSA dan BREN menekan IHSG turun 0,24% ke 7.541,61
loading
Close [X]