1. Home
  2. Infografik

Jumlah Pemudik Tahun 2026 Turun

Sumber: Kementerian Perhubungan
Update : 18 Maret 2026

Jumlah Pemudik Mulai Normal, Era “Balas Dendam Mudik” Usai

Pergerakan masyarakat saat Idulfitri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan besar. Setelah sempat terhenti akibat pandemi, arus mudik kini mulai kembali ke pola yang lebih stabil.

Data terbaru menunjukkan proyeksi jumlah pemudik pada 2026 mencapai sekitar 143,91 juta orang. Angka ini memang masih tinggi, tetapi melanjutkan tren penurunan sejak puncaknya pada 2024 yang mencapai 193,6 juta orang.

Jika ditarik ke belakang, pola pergerakan ini cukup kontras. Pada 2019, jumlah pemudik tercatat sekitar 18,3 juta orang. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, mobilitas masyarakat anjlok drastis. Pada 2020 jumlah pemudik hanya sekitar 0,29 juta orang, lalu sedikit naik menjadi 1,5 juta orang pada 2021 seiring pelonggaran terbatas.

Pemulihan mulai terlihat pada 2022 dengan 8,5 juta pemudik. Lonjakan besar terjadi pada 2023 ketika jumlahnya melesat ke 123,8 juta orang. Tren ini berlanjut ke 2024 yang menjadi puncak arus mudik dengan 193,6 juta orang.

Kenaikan tajam pada 2023–2024 banyak dipicu oleh fenomena “balas dendam mudik”. Setelah dua tahun lebih mobilitas dibatasi, masyarakat memanfaatkan momen Idulfitri untuk kembali pulang kampung, bahkan dalam skala yang jauh lebih besar dari kondisi normal.

Namun, tren tersebut tidak bertahan lama. Pada 2025, jumlah pemudik turun menjadi 154 juta orang, dan kembali menurun pada 2026 menjadi 143,91 juta orang.

Penurunan ini menunjukkan bahwa fase euforia pascapandemi mulai mereda. Ada beberapa faktor yang menjelaskan tren tersebut.

Pertama, normalisasi perilaku masyarakat. Setelah lonjakan besar pada 2023–2024, kebutuhan untuk mudik dalam skala besar mulai berkurang. Sebagian masyarakat yang sebelumnya tertahan sudah sempat pulang kampung, sehingga intensitas perjalanan kembali ke pola yang lebih wajar.

Kedua, tekanan terhadap daya beli. Kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi, serta potensi peningkatan biaya transportasi membuat sebagian masyarakat lebih selektif dalam merencanakan perjalanan mudik. Dalam kondisi ekonomi yang lebih ketat, mudik bukan lagi prioritas utama bagi semua kelompok.

Ketiga, perubahan pola mobilitas. Pandemi turut mengubah kebiasaan masyarakat, termasuk dalam hal perjalanan jarak jauh. Sebagian memilih alternatif seperti berkumpul di waktu lain, atau mengurangi frekuensi mudik tahunan.

Meski mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, jumlah pemudik tetap berada pada level yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini menandakan bahwa tradisi mudik tetap menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.

Ke depan, jumlah pemudik diperkirakan akan bergerak lebih stabil, tidak lagi melonjak tajam seperti periode pascapandemi. Perkembangan ini sekaligus mencerminkan bahwa mobilitas masyarakat mulai kembali ke jalur yang lebih seimbang, mengikuti kondisi ekonomi dan perubahan perilaku yang terjadi.

Periode
Jumlah (juta pemudik)
2019
18,30
2020
0,29
2021
1,50
2022
8,50
2023
123,80
2024
193,60
2025
154,00
2026
143,91

Infografik Terbaru

Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
Cadangan Devisa Turun Dalam Empat Bulan Beruntun Hingga April 2026
Bank Indonesia | 09 Mei 2026
Cadangan devisa turun lagi menjadi US$ 146,2 miliar per April 2026. Ini adalah penurunan dalam empat bulan beruntun dan terendah sejak Agustus 2024
Neraca migas Indonesia terus defisit secara konsisten sejak tahun 2012 hingga Maret 2026
BPS | 06 Mei 2026
Neraca dagang Indonesia secara total terus mencatat surplus dalam 71 bulan hingga Maret 2026
Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Q1-2026
BPS | 05 Mei 2026
Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak ekonomi dengan kontribusi 54,36% terhadap produk domestik bruto (PDB)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Mencapai Level Tertinggi Sejak Kuartal IV-2022
BPS | 05 Mei 2026
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61% secara year on year (YoY), naik dari 4,87% di kuartal I 2025
Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Kembali Surplus
BPS | 04 Mei 2026
Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, meningkat dibandingkan surplus US$ 1,27 miliar pada Februari 2026
Inflasi April 2026 Turun Menjadi 2,42% Secara Tahunan
BPS | 04 Mei 2026
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, terjadi inflasi 2,42% pada April 2026. Tingkat inflasi bulanan sebesar 0,13% dan year to date 1,06%
10 Negara Produsen Kakao Terbesar 2024
FAO | 29 April 2026
Produk komersial cokelat hasil laboratorium diperkirakan akan masuk pasar AS pada akhir 2026 atau 2027, memunculkan kekhawatiran bisnis kakao tradisional
Kinerja Jeblok 10 Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI
BEI | 23 April 2026
Sepuluh saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan sejak awal tahun. Penurunan terutama terjadi pada BREN dan DSSA
DSSA dan BREN Memimpin Top Laggards IHSG 22 April 2026
Bloomberg | 22 April 2026
Meski mayoritas saham menguat, penurunan saham big cap seperti DSSA dan BREN menekan IHSG turun 0,24% ke 7.541,61
loading
Close [X]