1. Home
  2. Infografik

10 Besar Moda Transportasi Mudik 2026

Sumber: Kementerian Perhubungan
Update : 18 Maret 2026

Mobil Pribadi Masih Jadi Andalan, Transportasi Darat Dominasi Mudik 2026

 

Pola perjalanan masyarakat saat mudik Lebaran 2026 menunjukkan dominasi kuat transportasi darat, terutama kendaraan pribadi. Di tengah tingginya mobilitas, pilihan moda transportasi masih sangat dipengaruhi faktor fleksibilitas, biaya, dan aksesibilitas.

 

Data terbaru mencatat, mobil pribadi menjadi moda transportasi paling banyak digunakan dengan jumlah mencapai 76,24 juta orang. Angka ini menempatkan mobil sebagai tulang punggung utama arus mudik tahun ini.

 

Di posisi kedua, sepeda motor digunakan oleh 24,08 juta pemudik. Meski kerap dianggap berisiko lebih tinggi, kendaraan roda dua tetap menjadi pilihan karena biaya yang relatif murah dan kemampuan menjangkau daerah yang tidak dilalui transportasi umum.

 

Bus menyusul dengan 23,34 juta penumpang, menjadikannya moda transportasi umum paling diminati. Tingginya angka ini mencerminkan peran penting bus sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan moda lain, terutama untuk perjalanan antar kota dan antar provinsi.

 

Sementara itu, kapal penyeberangan digunakan oleh 6,40 juta orang, terutama untuk rute-rute yang menghubungkan wilayah kepulauan. Adapun pesawat mencatat 4,98 juta penumpang, sedikit lebih tinggi dibandingkan kereta api antar kota yang digunakan oleh 4,79 juta orang.

 

Di wilayah perkotaan, kereta komuter juga berkontribusi dengan 2,17 juta penumpang. Moda ini umumnya digunakan untuk pergerakan jarak pendek atau sebagai penghubung ke moda transportasi lain.

 

Untuk transportasi laut jarak jauh, kapal laut mencatat 0,93 juta penumpang. Sementara itu, kereta cepat yang relatif baru digunakan oleh 0,68 juta orang, menunjukkan potensi pertumbuhan meski kontribusinya masih terbatas. Kategori lainnya mencatat 0,26 juta pemudik.

 

Dominasi kendaraan pribadi dalam arus mudik 2026 menunjukkan bahwa faktor kenyamanan dan fleksibilitas masih menjadi pertimbangan utama masyarakat. Dengan mobil atau sepeda motor, pemudik dapat mengatur waktu keberangkatan sendiri serta menjangkau daerah tujuan yang tidak selalu terlayani transportasi umum.

 

Namun, tingginya penggunaan kendaraan pribadi juga membawa konsekuensi terhadap kepadatan lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama mudik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mengelola arus transportasi agar tetap lancar dan aman.

 

Di sisi lain, moda transportasi umum seperti bus, kereta, dan pesawat tetap memainkan peran penting dalam menampung pergerakan massal. Ke depan, peningkatan kualitas layanan dan integrasi antarmoda akan menjadi kunci untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

 

Dengan tren saat ini, transportasi darat diperkirakan masih akan mendominasi arus mudik dalam beberapa tahun ke depan, meski peluang pertumbuhan moda lain seperti kereta cepat dan transportasi udara tetap terbuka seiring dengan pengembangan infrastruktur.

Jenis
Jumlah (juta orang)
Mobil
76,24
Sepeda motor
24,08
Bus
23,34
Kapal penyeberangan
6,40
Pesawat
4,98
Kereta antar kota
4,79
Kereta perkotaan
2,17
Kapal laut
0,93
Kereta cepat
0,68
Lainnya
0,26

Infografik Terbaru

Rekor! BI Menggenggam SBN Rp 2.000 Triliun
DJPPR Kemenkeu | 18 Juni 2026
Kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh Bank Indonesia tembus rekor baru, mencapai Rp 2.044 triliun per 17 Juni 2026
BI Rate Naik 25 Basis Points Menjadi 5,75% pada Juni 2026
Bank Indonesia | 18 Juni 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate 25 basis points menjadi 5,75% pada RDG 18 Juni 2026
Outstanding SRBI Mencapai Rekor Tertinggi pada Mei 2026
Bank Indonesia | 11 Juni 2026
Total outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 679,88 triliun pada Mei 2026
Bank Indonesia Kembali Menaikkan BI Rate pada Juni 2026 Sebesar 25 Bps Menjadi 5,50%
Bank Indonesia | 09 Juni 2026
Dalam rapat dewan gubernur (RDG) 9 Juni yang lebih cepat daripada jadwal semula 17 Juni, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50%
Cadangan Devisa Mei 2026 Turun Jadi US$ 144,9 Miliar
Bank Indonesia | 08 Juni 2026
Cadangan devisa per Mei 2026 turun menjadi US$ 144,9 miliar dari US$ 146,2 miliar bulan sebelumnya. Ini adalah cadev terendah sejak Juli 2024
Kepemilikan Asing di SRBI Per April 2026 Meningkat, Outstanding Terbesar Sejak Desember 2024
Bank Indonesia | 02 Juni 2026
Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak jadi Rp 192,17 triliun pada April 2026 dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 143,91 triliun
Surplus Neraca Dagang Indonesia Maret 2026 Sangat Tipis, Hanya US$ 89 Juta
BPS | 02 Juni 2026
Kenaikan ekspor yang disertai kenaikan impor lebih tinggi menyebabkan surplus perdagangan Indonesia makin sempit, hanya US$ 89 juta pada April 2026
Inflasi Mei 2026 Meningkat Menjadi 3,08% Secara Tahunan
BPS | 02 Juni 2026
Pada Mei 2026, terjadi inflasi year on year (YoY) sebesar 3,08%. Tingkat inflasi bulanan tercatat 0,28%
BI Rate Mei 2026 Naik 50 Bps Jadi 5,25% di Tengah Pelemahan Rupiah
Bank Indonesia | 20 Mei 2026
Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) pada Mei 2026, lebih tinggi ketimbang prediksi pasar
Nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun hingga Mei 2026
Bloomberg | 09 Mei 2026
Nilai tukar rupiah semakin tertekan dan berkali-kali menembus level paling lemah sepanjang masa baru
loading
Close [X]