Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah lagi di awal pekan ini. Rupiah mencatat pelemahan dalam tujuh hari perdagangan beruntun.
Senin (12/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 36 atau 0,21% menjadi Rp 16.855 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 19 atau 0,11% menjadi Rp 16.853 per dolar AS.
Pelemahan rupiah berturut-turut di awal tahun ini terutama disebabkan oleh kekhawatiran postur fiskal anggaran negara. Barclays memperkirakan bahwa defisit anggaran naik meski masih di bawah batas 3% dari produk domestik bruto. Tetapi, Barclays menyoroti risiko jangka menengah yang lebih besar yakni kebijakan yang tidak lazim dari pemerintah yang memicu sentimen bearish rupiah.
Sedangkan Citigroup memperkirakan bahwa defisit anggaran bakal mencapai hingga 3,5% dari PDB untuk tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang target 2,7% dan tahun ini yang diperkirakan mencapai 2,9%. Lonjakan terutama disebabkan oleh program makan bergizi gratis dan penanganan bencana Sumatra.
Baca Juga: BBCA, PTRO, FILM Jadi Incaran Asing Saat IHSG Menguat Jumat (9/1)
Sebagian mata uang Asia hari ini menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,43%. Ringgit Malaysia menguat 0,26%.
Dolar Singapura menguat 0,12%. Yuan China menguat 0,07%.
Yen Jepang menguat 0,06%. Peso Filipina menguat tipis 0,005%.
Sedangkan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah, melemah. Won Korea tertekan 0,60%. Dolar Taiwan melemah 0,06%.
Rupee India melemah 0,03%. Dolar Hong Kong melemah 0,03%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,38% menjadi 98,76 poin. Indeks dolar melemah pada hari ini setelah naik dalam empat hari perdagangan beruntun.
Selanjutnya: IHSG Terkoreksi 0,58% ke 8.884, Top Losers LQ45: BRPT, EMTK dan EXCL, Senin (12/1)
Menarik Dibaca: Era Digital Bikin Bisnis Harus Gesit, Ini Langkah Awalnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
