Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Rabu (9/9), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 121 atau 0,69% menjadi Rp 17.511 per dolar AS.
Ini adalah penguatan rupiah paling tajam sejak 11 Agustus 2026 lalu. Rupiah telah menguat dalam lima hari perdagangan beruntun.
Rupiah juga mencapai posisi terkuat rupiah sejak 14 Mei 2026 atau hampir empat bulan terakhir.
Meski tak setajam di pasar spot, kurs rupiah Jisdor juga menunjukkan penguatan pada hari ini. Kurs rupiah Jisdor menguat Rp 66 atau 0,37% menjadi Rp 17.552 per dolar AS.
Sejumlah faktor menyokong penguatan kurs rupiah terhadap the greenback. Kekhawatiran investor pada kebijakan domestik mereda. Arus dana masuk juga mulai terlihat ke pasar keuangan domestik. Di sisi lain, dolar AS juga berada di posisi tertekan.
Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 9 September 2026 - Cek Semua Ukuran
Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Rupiah memimpin penguatan, disusul oleh yen Jepang yang menguat 0,33%.
Won Korea menguat 0,20%. Peso Filipina menguat 0,19%.
Dolar Taiwan menguat 0,16%. Baht Thailand menguat 0,09%.
Dolar Singapura menguat 0,03%. Yuan China menguat 0,02%.
Sementara rupee India melemah 0,25% terhadap the greenback. Ringgit Malaysia melemah 0,18%. Dolar Hong Kong melemah 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah tipis 0,02% menjadi 98,77. Indeks dolar tertekan dalam tiga hari perdagangan terakhir.
Baca Juga: Kurs Rupiah Menguat Tipis pada Selasa (8/9) di Tengah Arus Masuk Dana Asing
Kenaikan harga emas menjadi salah satu pemberat bagi kurs dolar. Ada kekhawatiran yang muncul lagi akan potensi inflasi tinggi akibat serangan baru terhadap kapal-kapal di Timur Tengah.
Indeks dolar bergerak di kisaran level terendah sejak awal Mei. Pelemahan dolar menyebabkan harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar. Sementara serangan baru di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah acuan di atas US$ 100 per barel.
Harga minyak Brent kontrak November 2026 naik 2,74% menjadi 100,60 per barel pada sore ini. Harga minyak Brent naik dalam empat hari perdagangan beruntun.
Harga minyak WTI menguat tujuh hari perdagangan beruntun. Hari ini saja, harga minyak WTI kontrak Oktober 2026 naik 2,24% menjadi US$ 95,11 per barel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
