Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat pada hari ini setelah kemarin melemah tajam. Jumat (24/4, kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 57 atau 0,33% menjadi Rp 17.229 per dolar Amerika Serikat (AS).
Meski menguat hari ini, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,23% dalam sepekan terakhir. Pekan lalu, kurs rupiah spot berada di Rp 17.189 per dolar AS. Termasuk pergerakan intraday, rupiah mencatat angka paling lemah baru di Rp 17.321 per dolar AS pada Kamis (23/4) pukul 14.24 WIB.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 30 atau 0,17% menjadi Rp 17.278 per dolar AS setelah kemarin mencatat posisi paling lemah sepanjang masa di angka Rp 17.308 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor melemah 0,52% dari posisi Rp 17.189 per dolar AS pada Jumat (17/4).
Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5 hari beruntun. Ini adalah reli penurunan paling panjang dalam lebih dari setahun terakhir.
Hari ini, IHSG tumbang 3,38% menjadi 7.129,49. Dalam sepekan terakhir, IHSG anjlok 6,61%.
Di tengah pelemahan kurs rupiah, Bank Indonesia (BI) diprediksikan akan menahan suku bunga sepanjang tahun ini.
Padahal awalnya BI diramalkan akan menurunkan suku bunga acuan paling tidak satu kali. Suku bunga yang lebih tinggi akan menjaga selisih antara investasi di Indonesia dengan negara lain.
Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia. Dolar Taiwan menguat 0,19%. Baht Thailand menguat 0,12%. Dolar Singapura menguat 0,04%.
Sedangkan sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,39%. Won Korea melemah 0,26%. Rupee India melemah 0,17%.
Yuan China melemah 0,07%. Dolar Hong Kong melemah 0,04%. Yen Jepang melemah 0,02%.
Secara mingguan, hampir seluruh mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Hanya dolar Taiwan yang mampu menguat 0,26% terhadap dolar AS.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini menguat tipis 0,02% menjadi 98,79. Ini adalah penguatan indeks dolar dalam empat hari perdagangan berturut-turut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
