Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di awal Juni ini meski pasar saham menguat. Selasa (2/6), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 34 atau 0,19% menjadi Rp 17.839 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 20 atau 0,11% menjadi Rp 17.863 per dolar AS dari posisi Rp 17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5).
Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data inflasi bulan Mei 2026 yang menunjukkan laju lebih kencang. Sementara surplus perdagangan bulan April 2026 makin sempit di tengah defisit perdagangan minyak dan gas (migas) yang makin besar.
Kedua data menunjukkan sentimen negatif bagi ekonomi Indonesia di kuartal kedua 2026.
Inflasi tahunan mencapai 3,08% pada bulan Mei 2026. Laju inflasi ini ditopang oleh kenaikan harga pangan sekaligus kenaikan harga bahan bakar, termasuk BBM, gas, maupun avtur.
Baca Juga: IHSG Melonjak, Investor Asing Justru Jual Bersih Rp 1,39 Triliun Hari Ini (2/6)
Efek kenaikan harga migas juga berpengaruh terhadap neraca dagang Indonesia. Defisit perdagangan migas pada April 2026 mencapai US$ 3,44 miliar.
Angka defisit migas ini melonjak 155% ketimbang April 2025 yang mencapai US$ 1,35 miliar.
Di pasar spot, rupiah melemah bersama sejumlah mata uang Asia. Rupee India melemah 0,29%. Dolar Taiwan melemah 0,26%.
Won Korea melemah 0,24%. Yen Jepang melemah 0,06%.
Sebagian mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,10%. Yuan China menguat 0,06%.
Baht Thailand menguat 0,05%. Dolar Singapura menguat 0,03%. Ringgit Malaysia menguat 0,05%. Dolar Hong Kong melemah 0,001%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,12% menjadi 99,08 pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
