Rupiah Loyo ke Rp 16.787: S&P Peringatkan Risiko Penurunan Peringkat!

Jumat, 27 Februari 2026 | 16:44 WIB
Rupiah Loyo ke Rp 16.787: S&P Peringatkan Risiko Penurunan Peringkat!

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan terakhir Februari 2026. Jumat (27/2), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 28 atau 0,17% menjadi Rp 16.787 per dolar AS.

Dalam sepekan, kurs rupiah masih menguat 0,6% dari posisi Rp 16.888 per dolar AS. Sedangkan sepanjang Februari 2026, kurs rupiah di pasar spot hanya naik tipis 0,006% dari posisi Rp 16.786 per dolar AS pada akhir Januari 2026.

Kurs rupiah Jisdor hari ini melemah Rp 21 atau 0,13% menjadi Rp 16.779 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor menguat 0,63% dalam sepekan dari Rp 16.885 per dolar AS. Sedangkan sepanjang Februari, kurs rupiah Jisdor melemah 0,11% dari Rp 16.796 per dolar AS di akhir Januari lalu.

Rupiah berpotensi masih menghadapi tekanan setelah lembaga pemeringkat S&P dalam webinar hari Kamis menyoroti peningkatan tekanan fiskal yang merusak sentimen pasar. 

S&P Global Ratings memperingatkan bahwa meningkatnya tekanan fiskal, khususnya biaya pembayaran utang yang lebih tinggi, meningkatkan risiko penurunan profil kredit Indonesia. Hal ini selanjutnya dapat menyebabkan tindakan penurunan peringkat.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (27 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Mayoritas mata uang Asia hari ini melemah terhadap dolar AS. Hanya baht Thailand yang tercatat menguat 0,13% terhadap the greenback.

Won Korea mencatat pelemahan paling tajam, yakni 0,49%. Dolar Taiwan menyusul dengan pelemahan 0,28%.

Yuan China melemah 0,19%. Dolar Singapura melemah 0,11%. Peso Filipina melemah 0,06%.

Rupee India melemah 0,05%. Ringgit Malaysia melemah 0,05%. Yen Jepang dan dolar Hong Kong melemah masing-masing 0,03% dan 0,01%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,08% menjadi 97,72. Indeks dolar melemah 0,08% dalam sepekan terakhir di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]