Rupiah Bangkit! Ini Pemicu Penguatan Setelah Titik Terlemah

Senin, 20 April 2026 | 17:54 WIB
Rupiah Bangkit! Ini Pemicu Penguatan Setelah Titik Terlemah
ILUSTRASI. Senin (20/4), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 21 atau 0,12% menjadi Rp 17.168 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat pada hari ini setelah menyentuh titik paling lemah sepanjang masa pada akhir pekan lalu. Senin (20/4), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 21 atau 0,12% menjadi Rp 17.168 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor menguat Rp 13 atau 0,08% menjadi Rp 17.176 per dolar AS. Akhir pekan lalu, kurs rupiah Jisdor dan kurs di pasar spot sama-sama berada di Rp 17.189 per dolar AS yang merupakan level paling lemah sepanjang masa.

Rupiah menguat setelah tertekan tiga pekan terakhir. Penguatan kurs rupiah disebabkan oleh aliran masuk dana asing di pasar obligasi dan surat berharga lokal. 

Dana asing juga dinilai masuk ke pasar modal domestik menyusul membaiknya persepsi risiko terhadap aset Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (20 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,17%.

Peso Filipina menguat 0,11%. Dolar Hong Kong menguat 0,02%.

Sedangkan sejumlah mata uang Asia melemah. Won Korea memimpin pelemahan sebesar 0,84%.

Baht Thailand melemah 0,46%. Rupee India melemah 0,21%. Yen Jepang melemah 0,19%.

Dolar Singapura melemah 0,16%. Ringgit Malaysia melemah 0,02%. Yuan China melemah 0,007%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,14% menjadi 98,24.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]