Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah makin jeblok menjelang akhir April 2026. Rabu (29/4), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 83 atau 0,48% menjadi Rp 17.326 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah ditutup di level paling lemah sepanjang masa. Rupiah sempat menyentuh Rp 17.341 per dolar AS pada pukul 10.40 WIB tadi pagi.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 79 atau 0,46% menjadi Rp 17.324 per dolar AS. Ini juga merupakan posisi Jisdor paling lemah sepanjang masa.
Rupiah melemah bersama dengan mayoritas mata uang Asia akibat kenaikan harga minyak. Harga minyak Brent naik di sekitar US$ 111 per barel, naik dalam delapan hari beruntun.
Selain karena kenaikan harga minyak, tekanan pada rupiah juga terjadi di akhir bulan ketika permintaan dolar meningkat untuk kebutuhan pembayaran luar negeri. Ada pula efek repatriasi investasi oleh investor asing, baik dari pembayaran dividen atau pencabutan investasi pasar modal sehingga kebutuhan dolar lebih tinggi.
Net sell atau aksi jual bersih asing di pasar saham terjadi dalam lima hari perdagangan beruntun. Total net sell asing di pasar saham mencapai Rp 8,19 triliun.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (29 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Tak cuma rupiah, pelemahan mata uang juga hampir merata di kawasan Asia. Peso Filipina tertekan 0,50%. Baht Thailand melemah 0,48%.
Won Korea melemah 0,40%. Rupee India melemah 0,26%. Dolar Taiwan melemah 0,12%.
Yen Jepang melemah 0,07%. Dolar Singapura melemah 0,03%. Dolar Hong Kong melemah 0,01%.
Dua mata uang Asia menguat di tengah pelemahan mayoritas. Yuan China justru menguat 0,05%. Ringgit Malaysia menguat 0,03%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,10% menjadi 98,74. Indeks dolar menguat dalam dua hari perdagangan beruntun.
Setelah kemarin Iran mengisyaratkan proposal perdamaian, AS hari ini justru memberi sinyal bahwa mereka akan tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk mengepung dan mencegah ekspor minyak Iran.
Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran berada dalam kondisi runtuh. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa kampanye tekanan maksimum AS telah menyebabkan inflasi tinggi di Iran.
Kepungan juga menyebabkan Iran kehabisan kilang penyimpanan minyak sehingga harus mulai mengurangi produksi.
Iran bersikeras tidak akan memulai kembali negosiasi atau membuka kembali Selat Hormuz selama pembatasan angkatan laut tetap berlaku. Sementara Trump mengatakan tidak akan menghentikan kepungan laut sampai Iran menyetujui kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
