Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah makin tak terbendung. Meski ada berbagai upaya stabilisasi dan intervensi, kurs rupiah bahkan makin mendekati level Rp 17.200 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 50 atau 0,29% menjadi Rp 17.189 per dolar AS pada Jumat (17/4). Kurs rupiah pun melemah 0,50% dalam sepekan terakhir dari posisi Rp 17.104 per dolar AS.
Rupiah spot sempat menyentuh titik terlemah intraday Rp 17.195 per dolar AS.
Kurs rupiah Jisdor pun hari ini ditutup pada level Rp 17.189 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 47 atau 0,27% dari penutupan perdagangan kemarin. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor melemah total 0,45% dari Rp 17.112 per dolar AS pada Jumat (10/4) lalu.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (17 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Kurs rupiah di pasar spot dan Jisdor sama-sama berada di titik penutupan perdagangan paling lemah sepanjang masa.
Kurs rupiah mencatat pelemahan tiga pekan berturut-turut. Apalagi sebabnya kalau bukan kekhawatiran fiskal yang makin berat.
Sebelumnya para pengamat menilai defisit anggaran bisa melebar karena berbagai program unggulan presiden seperti makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa. Saat ini, kekhawatiran bertambah dengan subsidi energi yang berpotensi lebih besar lagi di tengah perang dan kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah bersikukuh tak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Sehingga, anggaran untuk energi berpotensi naik. Padahal, negara-negara Asia Tenggara lain sudah menyesuaikan harga bahan bakar dalam negeri.
Hal ini menyebabkan S&P Global pada 13 April 2026 merilis laporan bahwa fiskal Indonesia paling rentan di kawasan Asia Tenggara.
Rupiah pun mencatat kinerja terburuk di Asia pada hari ini dengan persentase pelemahan paling dalam.
Baca Juga: Investor Asing Jual Rp 982 Miliar, Awas Tekanan IHSG Lanjut!
Pelemahan rupiah disusul oleh baht Thailand sebesar 0,22%. Dolar Taiwan melemah 0,13%.
Peso Filipina melemah 0,10%. Dolar Hong Kong melemah 0,08%.
Won Korea melemah 0,008%. Yuan China melemah tipis 0,003%.
Empat mata uang mampu menguat terhadap dolar AS. Rupee India menguat 0,29%. Dolar Singapura menguat 0,06%.
Yen Jepang menguat 0,05%. Ringgit Malaysia menguat 0,04%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,13% menjadi 98,09 setelah sempat menguat sehari di perdagangan kemarin.
Sebelum perdagangan kemarin, indeks dolar telah menguat dalam delapan hari perdagangan berturut-turut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
