Rupiah Akhir Januari: Efek MSCI & Kebijakan Trump, Bagaimana Nasibnya?

Jumat, 30 Januari 2026 | 17:33 WIB
Rupiah Akhir Januari: Efek MSCI & Kebijakan Trump, Bagaimana Nasibnya?
ILUSTRASI. Jumat (30/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 31 atau 0,19% menjadi Rp 16.786 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di hari kedua pekan ini. Meski melemah dua hari beruntun, kurs rupiah spot masih tercatat menguat dalam sepekan terakhir.

Jumat (30/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 31 atau 0,19% menjadi Rp 16.786 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan, kurs rupiah spot masih menguat 0,20% dari Rp 16.820 per dolar AS pada Jumat (23/1) lalu.

Sejalan, kurs rupiah Jisdor juga melemah dua hari beruntun. Hari ini, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 10 atau 0,06% menjadi Rp 16.796 per dolar AS. Sedangkan dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,25% dari Rp 16.838 per dolar AS pekan lalu.

Kurs rupiah spot mengakumulasi pelemahan 0,63% sepanjang Januari 2026 dari posisi Rp 16.680 per dolar AS di akhir 2025. Di periode yang sama, kurs rupiah Jisdor melemah 0,45% dari Rp 16.720 per dolar AS.

Rupiah melemah dalam dua hari terakhir karena investor memantau dampak dari peringatan MSCI mengenai kelayakan investasi di Indonesia. 

Baca Juga: Kurs Rupiah Anjlok, Reli 6 Hari Patah! Waspada Investor Asing Cabut

Hampir seluruh mata uang Asia melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Hanya peso Filipina yang mampu menguat 0,10% terhadap dolar AS.

Pelemahan terbesar terjadi pada yen Jepang, yakni 0,66%. Won Korea melemah 0,63%. Baht Thailand melemah 0,61%.

Ringgit Malaysia melemah 0,44%. Dolar Taiwan melemah 0,38%. Dolar Singapura melemah 0,28%.

Rupee India melemah 0,04%. Dolar Hong Kong melemah 0,03%. 

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,35% menjadi 96,61. Meski menguat hari ini, indeks dolar melemah 1% dalam sepekan terakhir.

Dolar AS melemah di tengah penguatan harga emas yang terus melambung. Presiden AS Donald Trump disebut-sebut akan menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya.

Para pelaku pasar menilai pilihan ini merupakan pilihan yang relatif agresif.

Selanjutnya: Begini Arahan Prabowo Terkait Kondisi Pasar Modal Saat Ini

Menarik Dibaca: 14 Khasiat Konsumsi Terong untuk Kesehatan Tubuh yang Tak Banyak Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]