Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reli penguatan rupiah terhenti pada hari ini. Kamis (29/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 33 atau 0,20% menjadi Rp 16.755 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sedangkan kurs rupiah Jisdor melemah Rp 63 atau 0,38% menjadi Rp 16.786 per dolar AS.
Pelemahan rupiah spot ini terjadi setelah penguatan yang terjadi dalam enam hari perdagangan berturut-turut. Rupiah melemah setelah terjadi aksi jual besar-besaran oleh investor asing di pasar modal.
Kemarin, investor asing mencatat net sell hingga Rp 6,17 triliun. Ini adalah net sell terbesar asing sejak April 2025 ketika ada pengumuman perang dagang oleh Presiden AS Donald Trump. Pada 16 April 2025 lalu, net sell asing mencapai Rp 8,21 triliun.
Hari ini, net sell asing di pasar saham masih mencapai Rp 4,44 triliun.
Pasar saham tertekan setelah peringatan MSCI tentang kemungkinan penurunan status pasar dari emerging market menjadi frontier market.
Baca Juga: IHSG Anjlok Hari Ini (29/1), Net Sell Asing Rp 4,44 Triliun, Saham Ini Malah Cuan
Di kawasan Asia, pergerakan nilai tukar mata uang bervariasi. Peso Filipina jatuh karena pertumbuhan ekonomi yang meleset dari perkiraan.
Sedangkan won Korea mengungguli mata uang regional lainnya, didukung oleh hasil kinerja keuangan yang kuat dari Samsung.
Won Korea menguat 0,20%. Yen Jepang menguat 0,08%. yuan China menguat 0,03%.
Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,34%. Baht Thailand melemah 0,29%. Ringgit Malaysia melemah 0,23%.
Dolar Taiwan melemah 0,19%. Rupee India melemah 0,19%. Dolar Singapura melemah 0,10%. Dolar Hong Kong melemah 0,04%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,21% menjadi 96,24. Indeks dolar melanjutkan pelemahan setelah kemarin menguat 0,24%.
Federal Reserve menahan suku bunga acuan di rapat The Fed perdana tahun ini. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Powell tidak punya alasan untuk mempertahankan suku bunga. Menurut dia, penolakan The Fed untuk memangkas suku bunga telah merugikan AS dan keamanan nasionalnya.
Selanjutnya: Danantara Tetap Agresif Investasi Meski IHSG Melemah, Fokus Fundamental & Likuiditas
Menarik Dibaca: Tren Warna Cat Rumah 2026 yang Diprediksi Mendominasi, Lebih Cozy dan Menonjol
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
