Nilai Rupiah Menguat Tajam: Peluang Untung di Tengah Tekanan Dolar AS

Senin, 09 Februari 2026 | 17:04 WIB
Diperbarui Senin, 09 Februari 2026 | 17:07 WIB
Nilai Rupiah Menguat Tajam: Peluang Untung di Tengah Tekanan Dolar AS
ILUSTRASI. Senin (9/2), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,42% menjadi Rp 16.805 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor menguat 0,29% menjadi Rp 16.838.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di tengah tekanan berat pada dolar Amerika Serikat (AS). Senin (9/2), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 71 atau 0,42% menjadi Rp 16.805 per dolar AS.

Pekan lalu, rupiah di pasar spot ditutup pada Rp 16.876 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor juga menguat Rp 49 atau 0,29% menjadi Rp 16.838 per dolar AS dari posisi pekan lalu di Rp 16.887 per dolar AS. 

Rupiah mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS di tengah sentimen negatif domestik. Pekan lalu, Moody's Rating mengubah outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif dengan peringkat tetap pada Baa2. Perubahan outlook utang negara ini diikuti juga oleh perubahan outlook sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia.

Tetapi, dolar yang melemah menjadi peluang bagi penguatan rupiah.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 9 Februari 2026 - Semua Ukuran Rata-Rata Meroket 0,7% Sehari

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,30% menjadi 97,34. Indeks dolar melemah dalam dua hari perdagangan beruntun.

Harga US Treasury dan dolar AS tertekan setelah regulator China meminta bank-bank untuk mengurangi kepemilikan utang pemerintah AS. Kepemilikan China pada US Treasury turun ke level terendah sejak 2008.

Per November 2025, China memiliki US$ 682,6 miliar US Treasury. Kepemilikan China pada US Treasury pernah mencapai lebih dari US$ 1,3 triliun.

Pasar saham, emas, dan kripto mencatatkan pergerakan moderat setelah lebih dari sepekan mengalami fluktuasi tajam. Tetapi hari ini harga emas di pasar spot kembali ke atas level US$ 5.000 per ons troi setelah enam hari berada di bawah level tersebut.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham Bank Ini Saat IHSG Tumbang, Jumat (6/2)

Sebagian besar mata uang Asia pun mampu menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand bahkan menguat 1%.

Yen Jepang menguat 0,40%. Ringgit Malaysia menguat 0,38%. Dolar Taiwan menguat 0,31%.

Peso Filipina menguat 0,21%. Dolar Singapura menguat 0,18%. Yuan China menguat 0,17%.

Tetapi rupee India masih melemah 0,08%. Pelemahan juga terjadi pada won Korea dan dolar Hong Kong, masing-masing 0,05% dan 0,03%.

Selanjutnya: Stop Impor, Konsumen Berpotensi Dapat Penurunan Harga Solar

Menarik Dibaca: 793.681 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual, Ini 10 Relasi Favorit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]