Nilai Rupiah Anjlok Paling Lemah Sepanjang Sejarah, Hampir Rp 17.000 Per Dolar AS

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:15 WIB
Nilai Rupiah Anjlok Paling Lemah Sepanjang Sejarah, Hampir Rp 17.000 Per Dolar AS
ILUSTRASI. Selasa (20/1), kurs rupiah di pasar spot melemah ke Rp 16.956 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level paling lemah di Rp 16.997.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terpuruk ke level paling lemah sepanjang masa. Selasa (20/1), kurs rupiah di pasar spot melemah ke Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sempat menyentuh level paling lemah di Rp 16.997 per dolar AS, rupiah hanya ditutup melemah Rp 1 atau 0,01% ketimbang hari sebelumnya. Tetapi rupiah spot telah melemah 1,65% sejak akhir 2025.

Lebih tajam, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 46 atau 0,27% menjadi Rp 16.981 per dolar AS pada hari ini.

Kurs rupiah ini lebih tinggi ketimbang puncak krisis moneter 1998 yang berada di sekitar Rp 16.650 per dolar AS. Kurs rupiah juga lebih tinggi ketimbang saat Covid masuk Indonesia pada Maret 2020 dan pengumuman perang dagang Donald Trump pada April 2025 lalu.

Rupiah berada dalam tren pelemahan sejak akhir tahun lalu. Awalnya, ada kekhawatiran bahwa defisit anggaran tahun ini akan makin tinggi mendekati aturan 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Pekan lalu, Citigroup bahkan meramalkan bahwa defisit anggaran tahun ini bisa mencapai 3,5%. 

Baca Juga: IHSG Rekor Baru di 9.134 Hari Ini (19/1), Investor Asing Justru Kabur

Selain defisit anggaran, para pengamat khawatir bahwa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berada di luar dugaan. Hal ini turut berpotensi menyebabkan anggaran negara makin bengkak.

Dalam pernyataan, Bank Indonesia tetap berjanji untuk menjaga stabilitas mata uang dan sistem keuangan.

Tidak hanya Indonesia, Filipina juga menghadapi pelemahan nilai tukar mata uang. Peso Filipina jatuh ke level terlemah. Sementara rupee India mendekati rekor terendah baru. 

Reserve Bank of India telah melakukan intervensi melalui penjualan dolar di pasar valuta pada hari ini, menurut sumber yang dikutip Bloomberg.

Sore ini, peso Filipina melemah 0,01% terhadap dolar AS. Rupee melemah 0,05%.

Sementara pelemahan paling dalam terjadi pada won Korea, yakni 0,27%. Dolar Taiwan melemah 0,14%. Dolar Hong Kong melemah 0,02%.

Sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,51%. 

Yen Jepang menguat 0,28%. Dolar Singapura menguat 0,19%. Yuan China menguat 0,07%. Ringgit Malaysia menguat 0,03%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia justru melemah tajam 0,87% menjadi 98,53. Trump masih bernegosiasi keras dengan negara-negara Eropa agar bisa mencaplok Greenland. Hal ini berdampak ke pasar keuangan dalam jangka pendek.

Selanjutnya: Grab Menambah Kepemilikan Sahamnya di Superbank (SUPA)

Menarik Dibaca: Promo Alfamidi Ngartis Periode 16-31 Januari 2026, Gentle Gen-Buavita Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]