Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah anjlok makin dalam di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah mencatat pelemahan dalam lima hari perdagangan berturut-turut dan terus mencatat posisi paling lemah sepanjang masa baru.
Rabu (15/4), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 16 atau 0,09% menjadi Rp 17.143 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh Rp 17.152 per dolar AS tadi siang sebelum mempersempit pelemahan.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 6 atau 0,04% menjadi Rp 17.141 per dolar AS. Ini juga merupakan posisi Jisdor paling lemah sepanjang masa.
S&P Global dalam laporan tanggal 13 April 2026 mengungkapkan bahwa peringkat Indonesia paling berisiko di Asia Tenggara ketimbang Malaysia, Thailand, dan Vietnam jika perang berlangsung lama. Sementara Indonesia menghadapi biaya subsidi yang lebih besar di tengah kenaikan harga energi. Impor minyak yang lebih mahal akan memperlebar defisit transaksi berjalan.
S&P menilai, Malaysia, Thailand, dan Vietnam memiliki faktor-faktor yang akan membantu mereka untuk mengatasi guncangan energi global, termasuk pasar modal yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang sehat, dan cadangan yang memadai.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (15 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina paling jeblok dengan penurunan 0,37%.
Won Korea melemah 0,27%. Yen Jepang melemah 0,04%. Dolar Taiwan melemah 0,03%. Dolar Hong Kong melemah 0,03%.
Baht Thailand melemah 0,02%. Rupee India melemah 0,01%. Dolar Singapura melemah tipis 0,008%.
Hanya ringgit Malaysia yang mampu menguat tipis 0,08% pada sore hari ini.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat tipis 0,03% menjadi 98,15. Hedge fund saat ini pesimistis terhadap dolar karena dimulainya kembali negosiasi AS-Iran dan kemungkinan kesepakatan perdamaian. Para investor menambah posisi jual dolar bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
