Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah makin menjadi. Senin (4/5), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 57 atau 0,33% menjadi Rp 17.394 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah posisi paling lemah terbaru rupiah spot sepanjang masa. Pergerakan lebih baik terjadi pada kurs rupiah Jisdor.
Hari ini, kurs rupiah Jisdor menguat Rp 10 atau 0,06% menjadi Rp 17.368 per dolar AS.
Surplus perdagangan yang mencapai angka tertinggi dalam enam bulan terakhir tak mampu mengerem pelemahan rupiah hari ini. Surplus neraca dagang pada Maret 2026 sebesar US$ 3,32 miliar.
Meski surplus meningkat, ekspor Indonesia pada bulan Maret 2026 turun 3,1% menjadi US$ 22,53 miliar jika dibandingkan dengan Maret 2025. Nilai tukar rupiah yang makin melemah menyebabkan barang-barang dari Indonesia menjadi lebih murah jika dihitung dalam dolar AS.
Sementara impor meningkat 1,51% menjadi US$ 19,20 miliar ketimbang Maret tahun lalu.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (4 Mei 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Selain data neraca dagang, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data inflasi terbaru yang menunjukkan bahwa inflasi melandai pada April 2026 ketimbang Maret 2026. Inflasi melandai setelah periode Lebaran berlalu.
Rupiah tak melemah sendirian pada hari ini. Sejumlah mata uang Asia juga tertekan di hadapan dolar AS. Baht Thailand melemah 0,44%.
Peso Filipina melemah 0,19%. Rupee India melemah 0,17%. Dolar Singapura melemah 0,13%.
Sebagian mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,38%. Dolar Taiwan menguat 0,09%.
Won Korea menguat 0,05%. Yen Jepang menguat 0,02%. Dolar Hong Kong menguat 0,02%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,09% menjadi 98,25.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
