Menguat 5 Pekan Beruntun, Rupiah Mencatat Reli Terpanjang Dalam 2 Tahun

Jumat, 04 September 2026 | 16:14 WIB
Menguat 5 Pekan Beruntun, Rupiah Mencatat Reli Terpanjang Dalam 2 Tahun
ILUSTRASI. Jumat (4/9), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 37 atau 0,21% menjadi Rp 17.642 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (4/9), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 37 atau 0,21% menjadi Rp 17.642 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam sepekan, kurs rupiah spot menguat 0,28% dari posisi Rp 17.693 per dolar AS pada Jumat (28/8).

Kurs rupiah Jisdor juga menguat Rp 53 atau 0,30% menjadi Rp 17.636 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,38% dari posisi Rp 17.703 per dolar AS pada Jumat (28/8).

Ini adalah penguatan mingguan kelima rupiah berturut-turut. Penguatan rupiah ini merupakan penguatan rupiah mingguan terpanjang dalam dua tahun. 

Posisi rupiah tiap akhir pekan:

  • 24 Juli: 17.963
  • 31 Juli: 18.022
  • 7 Agustus: 17.897
  • 14 Agustus: 17.827
  • 21 Agustus: 17.694
  • 28 Agustus: 17.693
  • 4 September: 17.642

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang baru dilantik menekankan sinyal stabilitas sebagai prioritas utama dan perlunya menjaga aset Indonesia tetap menarik bagi investor asing. Tapi dia juga menekankan pentingnya mendukung pertumbuhan melalui bauran kebijakan yang lebih luas.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (4 September 2026), Hari Ini Turun atau Naik?

Sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,42%. Won Korea menguat 0,38%.

Yuan China menguat 0,09%. Baht Thailand menguat 0,05%. 

Dolar Singapura menguat 0,02%. Rupee India menguat tipis 0,005%.

Beberapa mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang tertekan 0,36%. Peso Filipina melemah 0,21%. 

Ringgit Malaysia melemah 0,07%. Dolar Hong Kong melemah 0,01%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,17% menjadi 99,07 setelah tertekan dua hari beruntun.

Kabar menarik berasal dari pasar US Treasury. Reuters melaporkan bahwa bank-bank China membeli obligasi pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir. 

Data terakhir yang terlihat di website Departemen Keuangan AS per Juni menunjukkan kepemilikan China pada US Treasury turun menjadi US$ 633,4 miliar dari bulan sebelumnya US$ 659,3 miliar.

China saat ini menjadi negara dengan kepemilikan US Treasury terbesar ketiga setelah Jepang dan Inggris. Jepang menggenggam US$ 1,12 triliun US Treasury per Juni 2026. Sedangkan Inggris menggenggam US Treasury sebesar US$ 939,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]