Kurs Rupiah Menguat Tajam Setelah Rilis Angka PDB Kuartal III, Kamis (5/11)

Kamis, 05 November 2026 | 17:33 WIB
Kurs Rupiah Menguat Tajam Setelah Rilis Angka PDB Kuartal III, Kamis (5/11)
ILUSTRASI. Kamis (5/11), kurs rupiah di pasar rpot menguat Rp 86 atau 0,47% menjadi Rp 18.082 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tajam setelah tertekan empat hari perdagangan beruntun. Kamis (5/11), kurs rupiah di pasar rpot menguat Rp 86 atau 0,47% menjadi Rp 18.082 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah Jisdor menguat Rp 46 atau 0,25% menjadi Rp 18.094 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2026. Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan. Angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini lebih tinggi ketimbang kuartal kedua yang sebesar 5,29% atau kuartal ketiga tahun lalu sebesar 5,04%.

Meski pertumbuhan ekonomi tinggi, ternyata konsumsi rumah tangga turun secara kuartalan. Porsi kontribusi konsumsi rumah tangga pun turun menjadi 51,97%. 

Porsi konsumsi rumah tangga terhadap PDB ini melorot dari 53,32% pada kuartal kedua 2026 dan 53,14% pada kuartal ketiga 2025 lalu.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (5 November 2026), Hari Ini Turun atau Naik?

Mayoritas mata uang Asia hari ini menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin penguatan sebesar 0,85%. Baht Thailand menguat 0,61%.

Ringgit Malaysia menguat 0,41%. Rupee India menguat 0,18%. Dolar Singapura menguat 0,14%.

Yuan China menguat 0,08%. Yen Jepang menguat 0,05%. Dolar Hong Kong menguat 0,003%.

Dua mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan tertekan 0,32%. Won Korea melemah 0,09%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS melemah 0,07% menjadi 101,50. Indeks dolar cenderung tertekan dalam dua pekan ini. Dari tujuh hari perdagangan, indeks dolar melemah enam hari di antaranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]