Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tajam setelah tertekan empat hari perdagangan beruntun. Kamis (5/11), kurs rupiah di pasar rpot menguat Rp 86 atau 0,47% menjadi Rp 18.082 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor menguat Rp 46 atau 0,25% menjadi Rp 18.094 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2026. Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan. Angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini lebih tinggi ketimbang kuartal kedua yang sebesar 5,29% atau kuartal ketiga tahun lalu sebesar 5,04%.
Meski pertumbuhan ekonomi tinggi, ternyata konsumsi rumah tangga turun secara kuartalan. Porsi kontribusi konsumsi rumah tangga pun turun menjadi 51,97%.
Porsi konsumsi rumah tangga terhadap PDB ini melorot dari 53,32% pada kuartal kedua 2026 dan 53,14% pada kuartal ketiga 2025 lalu.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (5 November 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Mayoritas mata uang Asia hari ini menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin penguatan sebesar 0,85%. Baht Thailand menguat 0,61%.
Ringgit Malaysia menguat 0,41%. Rupee India menguat 0,18%. Dolar Singapura menguat 0,14%.
Yuan China menguat 0,08%. Yen Jepang menguat 0,05%. Dolar Hong Kong menguat 0,003%.
Dua mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan tertekan 0,32%. Won Korea melemah 0,09%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS melemah 0,07% menjadi 101,50. Indeks dolar cenderung tertekan dalam dua pekan ini. Dari tujuh hari perdagangan, indeks dolar melemah enam hari di antaranya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
