Yield SUN Melejit, Kurs Rupiah Tertekan Menjadi Rp 18.156 Per Dolar Hari Ini (2/11)

Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB
Yield SUN Melejit, Kurs Rupiah Tertekan Menjadi Rp 18.156 Per Dolar Hari Ini (2/11)
ILUSTRASI. Senin (2/11), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 9 atau 0,05% menjadi Rp 18.156 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah lagi di awal pekan ini. Senin (2/11), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 9 atau 0,05% menjadi Rp 18.156 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 23 atau 0,13% menjadi Rp 18.161 per dolar AS.

Imbal hasil obligasi acuan Indonesia meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari enam tahun. Harga surat utang negara (SUN) turun di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan kekhawatiran yang berkelanjutan atas penurunan peringkat MSCI.

Hari ini, harga SUN acuan tenor 10 tahun seri FR0108 turun menjadi 91,86 dari akhir pekan lalu di posisi 92. Sedangkan yield SUN acuan tenor 10 tahun naik dari 7,73% menjadi 7,75%.

Meski yield meningkat dan harga SUN lebih murah, arus masuk dana asing ke obligasi negara masih terbatas. Hal inilah yang menjadi salah satu penekan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Batangan Antam (2/11), Cek Semua Ukuran

Rupiah melemah bersama sebagian mata uang Asia. Won Korea melemah 0,56%. Ringgit Malaysia tertekan 0,34%.

Yen Jepang melemah 0,22%. Dolar Singapura melemah 0,09%. Dolar Hong Kong melemah 0,01%.

Sebagian mata uang Asia mampu menguat pada hari ini. Peso Filipina menguat 0,19%. Yuan China menguat 0,08%.

Baht Thailand menguat 0,07%. Rupee India menguat 0,06%. Dolar Taiwan menguat 0,05%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,20% menjadi 101,67. Indeks dolar melemah dalam empat hari perdagangan beruntun.

Pasar keuangan tengah mencermati pemilu sela di AS. Sementara Departemen Keuangan AS diprediksikan akan memangkas penjualan obligasi tenor panjang mulai bulan ini. Pemangkasan ini berpotensi berlanjut pada tahun depan.

Potensi rilis obligasi yang lebih sedikit ini sedikit mengerek harga US Treasury acuan tenor 10 tahun dalam tiga hari perdagangan terakhir. Kenaikan harga ini menyebabkan yield US Treasury acuan turun dari 5,02% pada Rabu (28/10) menjadi 4,91% pada Senin (2/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]