Keyakinan Terhadap Dolar AS Susut, Kurs Rupiah Menguat Tajam Hari Ini (20/8)

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Keyakinan Terhadap Dolar AS Susut, Kurs Rupiah Menguat Tajam Hari Ini (20/8)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah 44 poin (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia. Kamis (20/8), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 92 atau 0,52% menjadi Rp 17.748 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah Jisdor menguat Rp 65 atau 0,36% menjadi Rp 17.779 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah menguat dalam dua hari beruntun setelah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%.

Imbal hasil obligasi Indonesia tenor 5 tahun turun ke level terendah dalam lebih dari dua bulan setelah penetapan BI Rate. 

Plt Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang saat ini juga menjadi calon tunggal, kembali menegaskan bahwa kebijakan moneter akan terus berfokus pada mata uang dan memperluas skema insentif lindung nilai untuk menarik lebih banyak arus masuk dana.

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (20 Agustus 2026), Hari Ini Turun atau Naik?

Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia. Selain rupiah, penguatan juga terjadi pada ringgit Malaysia sebesar 0,39%. Peso Filipina menguat 0,26%.

Baht Thailand menguat 0,21%. Yuan China menguat 0,13%. Rupee India menguat 0,06%.

Dolar Taiwan menguat 0,05%. Dolar Singapura menguat 0,04%.

Tiga mata uang Asia melemah pada perdagangan hari ini. Won Korea melemah 0,42%. Yen Jepang melemah 0,09%. Dolar Hong Kong melemah 0,03%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia turun 0,22% menjadi 98,62.

Pelemahan dua hari terakhir menyebabkan indeks dolar berada di bawah level 99. Pelemahan dolar AS yang terjadi belakangan disebabkan oleh efek intervensi pemerintah untuk menahan kenaikan biaya bunga AS.

Para pelaku pasar melihat langkah ini sebagai titik balik. Pemerintah AS mengambil peran yang lebih aktif dalam menjaga biaya pinjaman tetap rendah. 

Upaya untuk mengendalikan imbal hasil jangka panjang yang sebelumnya mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menghidupkan kekhawatiran bahwa kebijakan AS dapat melemahkan kepercayaan terhadap dolar dan mendorong investor mencari investasi alternatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]