Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah hari ini melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selasa (18/8), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 64 atau 0,36% menjadi Rp 17.862 per dolar AS.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini melemah Rp 20 atau 0,11% menjadi Rp 17.856 per dolar AS.
Pidato Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap pragmatis dan konservatif tanpa kejutan kebijakan. Inilah yang ingin didengar oleh para investor, tidak ada kejutan.
Pekan lalu, Prabowo menyebutkan target defisit anggaran tahun depan sebesar 2,4% dari produk domestik bruto (PDB). Anggaran tanpa pos pengeluaran besar baru. Sedangkan proyek-proyek andalan Prabowo yang mahal tidak disebutkan dalam pidato anggarannya.
Sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS seiring kenaikan harga minyak.
Harga minyak Brent naik dalam tiga hari beruntun dan tetap berada di atas level US$ 90 per barel.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (18 Agustus 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Peso Filipina melemah paling tajam, yakni 0,50%. Dolar Taiwan melemah 0,36%. Baht Thailand melemah 0,13%.
Yen Jepang melemah 0,11%. Rupee India melemah 0,07%. Yuan China melemah 0,04%. Dolar Singapura melemah 0,03%.
Tiga mata uang Asia mampu menguat di tengah mayoritas pelemahan. Won Korea menguat 0,33%. Ringgit Malaysia menguat 0,04%. Dolar Hong Kong menguat 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat tipis ke 99,64 setelah melemah dalam tiga hari perdagangan terakhir.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade, mencerminkan kecemasan investor atas melonjaknya utang nasional dan inflasi yang terus berada di atas target Federal Reserve. Suku bunga obligasi jangka panjang naik menjadi 5,29% pada perdagangan Senin (17/8), tertinggi sejak tahun 2007.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
