Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan kemarin tak bertahan lama. IHSG kembali turun pada perdagangan hari ini. Kamis (29/10), IHSG turun 184,25 poin atau 3,49% menjadi 5.098,06 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 1,08 triliun di seluruh pasar saat IHSG turun. Net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 1,52 triliun. Sedangkan di pasar tunai dan negosiasi ada net buy atau beli bersih asing Rp 441,74 miliar.
Saham-saham dengan net buy terbesar asing hari ini adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 321,8 miliar, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) Rp 65,2 miliar, dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) Rp 49,9 miliar.
Saham-saham dengan net sell terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 503,5 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 164,5 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 155,9 miliar.
Baca Juga: Kurs Rupiah Akhirnya Menguat Jadi Rp 18.137 Hari Ini (28/10) Setelah Tertekan 6 Hari
Seluruh saham LQ45 melemah pada hari ini. Top losers LQ45 adalah:
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) -6,97%
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -6,88%
- PT Indika Energy Tbk (INDY) -6,77%
Seluruh indeks sektoral pun melemah bersama dengan IHSG. Sektor perindustrian ambrol 4,64%. Sektor barang baku terjun 4,53%.
Sektor infrastruktur ambyar 4,24%. Sektor energi merosot 3,29%. Sektor barang konsumsi nonprimer melorot 2,55%.
Sektor teknologi terpangkas 2,40%. Sektor keuangan ambruk 2,22%. Sektor properti dan real estat tergerus 2,22%.
Sektor barang konsumsi primer turun 2,19%. Sektor kesehatan melorot 1,89%. Sektor transportasi dan logistik melemah 0,70%.
Total volume transaksi bursa mencapai 23,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,30 triliun. Sebanyak 624 saham melemah. Hanya ada 98 saham menguat dan 70 saham flat.
IHSG mengakumulasi pelemahan 5,38% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 41,04%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
