IHSG Anjlok 1,89%, Asing Jual Bersih Rp 689 Miliar, Ini Pemicunya!

Rabu, 08 Juli 2026 | 19:05 WIB
IHSG Anjlok 1,89%, Asing Jual Bersih Rp 689 Miliar, Ini Pemicunya!
ILUSTRASI. Rabu (8/7), IHSG tumbang 113,12 poin atau 1,89% menjadi 5.873,37 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri penguatan 5 hari beruntun. Rabu (8/7), IHSG tumbang 113,12 poin atau 1,89% menjadi 5.873,37 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu kabar buruk datang dari S&P Dow Jones Indices yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan karena potensi penurunan status negara emerging market.

Indonesia bisa kehilangan status emerging market jika kekhawatiran terhadap pasar saham terus berlanjut. 

Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 689,33 miliar di seluruh pasar saat IHSG melemah. Net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 674,26 miliar. Net sell asing di pasar tunai dan pasar negosiasi sebesar Rp 15,07 miliar.

Saham-saham dengan net sell terbesar asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 251,9 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 41 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 33,3 miliar.

Saham-saham dengan net buy atau beli bersih terbesar asing adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 425,6 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 142,2 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 62,4 miliar.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 8 Juli 2026 - Cek Semua Ukuran

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 4%
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) 3,87%
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 1,93%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) -6,58%
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -6,27%
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) -5,90%

Baca Juga: Peringatan S&P Menyeret Rupiah Kembali ke Rp 18.000 Hari Ini (8/7)

Sepuluh indeks sektoral menyeret IHSG ke zona merah. Hanya satu sektor yang menguat, yakni sektor kesehatan. Indeks sektor kesehatan menguat 1%.

Pelemahan terbesar terjadi pada indeks sektor barang baku sebesar 4,35%. Sektor properti dan real estat tumbang 2,68%. 

Sektor barang konsumsi nonprimer merosot 2,50%. Sektor transpotasi dan logistik ambruk 2,14%. Sektor infrastruktur terjun 1,99%.

Sektor energi melorot 1,55%. Sektor keuangan terpangkas 1,29%. Sektor barang konsumsi primer turun 1,25%.

Sektor perindustrian tergerus 0,81%. Sektor teknologi turun 0,68%.

Total volume transaksi bursa mencapai 22,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10,55 triliun. Sebanyak 482 saham melemah. Ada 191 saham menguat dan 116 saham flat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]