Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah dan kembali ke atas level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini adalah kembalinya rupiah ke atas level tersebut untuk pertama kalinya sejak 10 Juni 2026 atau hampir sebulan lalu.
Rabu (8/7), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 34 atau 0,19% menjadi Rp 18.014 per dolar AS.
Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 17 atau 0,09% menjadi Rp 18.005 per dolar AS.
Kurs rupiah dan harga obligasi jatuh setelah peringatan S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan karena potensi penurunan status negara emerging market.
Indonesia bisa kehilangan status emerging market jika kekhawatiran terhadap pasar saham terus berlanjut.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (8 Juli 2026), Hari Ini Turun atau Naik?
Rupiah melemah bersama dengan mayoritas mata uang Asia. Rupee India tertekan 0,62% terhadap dolar AS.
Baht Thailand melemah 0,38%. Yen Jepang melemah 0,21%.
Ringgit Malaysia melemah 0,16%. Peso Filipina melemah 0,11%.
Dolar Singapura melemah 0,07%. Yuan China melemah 0,06%.
Tiga mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,52%.
Dolar Taiwan menguat 0,36%. Dolar Hong Kong menguat 0,02%.
Baca Juga: Menguat 5 Hari, IHSG Kembali Dekati Level 6.000 Hari Ini (7/7)
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,13% menjadi 101,16. Indeks dolar menguat dalam dua hari perdagangan terakhir.
Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata sementara dengan Iran telah berakhir. Hal ini meningkatkan kemungkinan berakhirnya negosiasi perdamaian dan dimulainya kembali perang.
Pernyataan ini muncul setelah AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran dan mencabut pengecualian yang mengizinkan penjualan minyak Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
