Efek Gejolak Global, Rupiah Makin Anjlok ke Rp 17.041 Per Dolar AS di Akhir Kuartal I

Selasa, 31 Maret 2026 | 17:33 WIB
Efek Gejolak Global, Rupiah Makin Anjlok ke Rp 17.041 Per Dolar AS di Akhir Kuartal I
ILUSTRASI. Stabil di kisaran Rp 17.000 per dolar AS sejak pagi, kurs rupiah di pasar spot langsung melemah tajam Rp 39 atau 0,23% menjadi Rp 17.041 per dolar AS pada Selasa (31/3).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah lebih jauh di atas level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) saat tutup pasar. Rupiah juga mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa. 

Stabil di kisaran Rp 17.000 per dolar AS sejak pagi, kurs rupiah di pasar spot langsung melemah tajam Rp 39 atau 0,23% menjadi Rp 17.041 per dolar AS pada Selasa (31/3).

Sementara kurs rupiah Jisdor melemah tipis Rp 6 atau 0,04% menjadi Rp 16.999 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) memperluas cakupan repo valuta asing menggunakan sekuritas BI. Bank sentral menambahkan SVBI dan SUVBI sebagai aset dasar untuk transaksi repo valas.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 31 Maret 2026 - Semua Ukuran Minus 0,3%

Perluasan ini memberikan alternatif pengelolaan valas. Perluasan ini juga dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas rupiah dan memperdalam pasar keuangan. Transaksi repo ini dapat dilakukan oleh diler utama.

Pelemahan kurs rupiah yang terjadi dalam tiga hari beruntun ini terutama terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan risiko geopolitik perang di Timur Tengah antara AS dan Israel melawan Iran.

Pelemahan rupiah pun terjadi bersama dengan mata uang Asia lain. Won Korea bahkan melemah 0,80% terhadap dolar AS.

Baht Thailand melemah 0,47%. Ringgit Malaysia melemah 0,45%. 

Dolar Taiwan melemah 0,12%. Dolar Hong Kong melemah 0,04%. Peso Filipina melemah 0,02%.

Sementara yuan China justru menguat 0,07%. Dolar Singapura juga menguat 0,01%. Yen Jepang menguat 0,01%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia justru melemah tipis 0,03%. Indeks dolar melemah ke 100,48 setelah menguat dalam lima hari perdagangan beruntun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]