Rupiah Terbang 6 Hari Saat Pasar Saham Justru Ambruk Hari Ini (28/1)

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:52 WIB
Rupiah Terbang 6 Hari Saat Pasar Saham Justru Ambruk Hari Ini (28/1)
ILUSTRASI. Rabu (28/1), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 46 atau 0,27% menjadi Rp 16.722 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di tengah ambruknya pasar saham Indonesia. Rabu (28/1), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 46 atau 0,27% menjadi Rp 16.722 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor menguat Rp 78 atau 0,46% menjadi Rp 16.723 per dolar AS.

Di pasar spot, kurs rupiah telah menguat dalam enam hari perdagangan beruntun. Ini adalah penguatan rupiah terpanjang dalam hampir empat bulan terakhir.

Penguatan rupiah disokong terutama oleh pelemahan dolar AS secara luas. 

Sementara pelemahan pasar saham terjadi setelah MSCI menyuarakan kekhawatiran tentang kelayakan investasi dan memperingatkan potensi penurunan status dari emerging market menjadi frontier market.

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 5 Hari, Kurs Rupiah Jisdor Justru Tertekan Hari Ini (27/1)

Ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia pada hari ini. Ringgit menguat 0,94% terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,77%.

Dolar Taiwan menguat 0,58%. Peso Filipina menguat 0,57%.

Yuan China menguat 0,13%. Dolar Singapura menguat 0,09%.

Masih ada sejumlah mata uang Asia yang melemah terhadap the greenback. Yen Jepang melemah 0,25%. 

Baht Thailand melemah 0,25%. Rupee India melemah 0,31%. Dolar Hong Kong melemah 0,03%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah di hari kelima berturut-turut. Indeks dolar hari ini melemah 0,18% menjadi 96,04 setelah kemarin terjun 0,85%.

Dalam lima hari perdagangan, indeks dolar telah melemah 2,75%.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak mengkhawatirkan pelemahan dolar AS dan kemerosotan ekonomi. Dolar yang melemah menyebabkan barang impor di AS menjadi lebih murah.

Komentar Trump semakin memperburuk pelemahan dolar paling parah sejak pemberlakuan tarif tahun lalu. Para pengamat menilai perubahan kebijakan yang tidak menentu akan mendorong investor luar negeri untuk menarik diri dari AS.

Selanjutnya: Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Kopra by Mandiri

Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing di Sesi I (28/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]