Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan di hari perdagangan kelima berturut-turut. Selasa (27/1), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 14 atau 0,08% menjadi Rp 16.768 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam lima hari, rupiah mengakumulasi penguatan 1,11%. Meski ditutup menguat, rupiah bergerak melemah sejak awal perdagangan tadi pagi hingga sekitar pukul 13.40 WIB. Setelah, itu, rupiah langsung melesat kuat.
Berbeda jalur, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 16.801 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah setelah menguat empat hari beruntun.
Sentimen negatif pasar masih berasal dari rencana pengangkatan Thomas Diiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pasar menunggu keberlangsungan independensi bank sentral.
Baca Juga: Menguat 4 Hari ke Rp 16.782, Rupiah Manfaatkan Peluang Pelemahan Dolar AS
Rupiah spot menguat bersama sejumlah mata uang Asia. Ringgit Malaysia menguat 0,27%. Rupee India menguat 0,26%.
Dolar Taiwan menguat 0,11%. Dolar Singapura menguat 0,07%. Baht Thailand menguat 0,03%.
Beberapa mata uang Asia melemah. Won Korea melemah 0,49%. Yen Jepang melemah 0,32%.
Peso Filipina melemah 0,18%. Dolar Hong Kong melemah 0,04%. Yuan China melemah 0,03%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,16% pada hari ini setelah melemah dalam tiga hari perdagangan beruntun.
Dolar AS masih menghadapi tantangan berat di tengah kenaikan harga emas. Harga emas terus menguat dan telah menembus level US$ 5.000 karena meningkatnya isolasi AS dari negara lain.
Pergeseran menuju emas dan menjauh dari dolar AS juga didorong oleh defisit besar AS dan tanda tanya mengenai kebijakan Federal Reserve di masa depan.
Selanjutnya: Indonesian President's Nephew Appointed to Central Bank
Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
