Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah tak terbendung. Rupiah melanjutkan pelemahan di hari kedelapan berturut-turut. Selasa (13/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 16.877 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor juga melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 16.875 per dolar AS. Ini adalah pelemahan terpanjang rupiah sejak Agustus 2020.
"Kami memperkirakan Bank Indonesia akan membiarkan rupiah bertindak sebagai peredam guncangan, tetapi akan menahan diri dari depresiasi jika terlalu fluktuatif atau terlalu cepat dalam menghadapi peningkatan gejolak fiskal," ungkap analis Barclays dalam catatan yang dikutip Bloomberg.
Kemarin, Citigroup memperkirakan bahwa defisit anggaran tahun ini akan mencapai 3,5% dari produk domestik bruto, lebih tinggi ketimbang aturan di bawah 3%.
Meski rupiah melemah, imbal hasil obligasi negara acuan tenor 10 tahun tidak banyak berubah di angka 6,18%.
Baca Juga: Rupiah Melemah 6 Hari Beruntun, Sentuh Rp 16.819 per Dolar AS
Hampir seluruh mata uang Asia melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Hanya ringgit Malaysia yang menguat 0,14% terhadap dolar AS.
Baht Thailand mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,83%. Yen Jepang melemah 0,47%. Won Korea melemah 0,4%.
Peso Filipina melemah 0,13%. Dolar Singapura melemah 0,11%.
Dolar Hong Kong melemah 0,06%. Yuan China melemah 0,04%. Rupee India melemah 0,03%. Dolar Taiwan melemah 0,01%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,07% menjadi 98,93. Dolar AS melanjutkan penguatan setelah koreksi sehari.
Campur tangan Presiden AS Donald Trump terhadap bank sentral Federal Reserve menjadi pantauan investor dan pelaku pasar. Ketua The Fed Jerome Powell menuduh Departemen Kehakiman AS meluncurkan penyelidikan untuk menekan dan mengintimidasi bank sentral.
Hari Minggu lalu, Powell menyebut, The Fed telah menerima surat panggilan pengadilan yang mengancam akan mengajukan dakwaan pidana.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Trump bahwa penyelidikan tersebut telah menimbulkan kekacauan dan dapat berdampak buruk bagi pasar keuangan.
Selanjutnya: Cegah Korupsi, IKPI Dorong Percepatan RUU Pembatasan Uang Kartal Hingga Redenominasi
Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
