Rupiah Melemah 6 Hari Beruntun, Sentuh Rp 16.819 per Dolar AS

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:05 WIB
Rupiah Melemah 6 Hari Beruntun, Sentuh Rp 16.819 per Dolar AS
ILUSTRASI. Dalam sepekan, kurs rupiah spot melemah 0,56% dari posisi Rp 16.725 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah Jisdor melemah 0,65% dalam sepekan.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah makin dalam di akhir pekan ini. Jumat (9/1), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 21 atau 0,13% menjadi Rp 16.819 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 33 atau 0,20% menjadi Rp 16.834 per dolar AS.

Dalam sepekan, kurs rupiah spot melemah 0,56% dari posisi Rp 16.725 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah Jisdor melemah 0,65% dalam sepekan.

Rupiah melemah dalam enam hari beruntun, terbebani oleh kekhawatiran fiskal setelah defisit anggaran tahun lalu hampir melampaui batas.

Pelemahan rupiah yang terus terjadi hingga hari ini merupakan pelemahan terpanjang dalam lebih dari tiga bulan.

Meski pelemahan rupiah terutama disebabkan oleh sentimen domestik, mayoritas mata uang Asia hari ini pun melemah terhadap dolar AS.

Baca Juga: IHSG Anjlok Usai Sentuh Rekor Baru, Apa Pemicunya?

Yen Jepang melemah 0,48%. Won Korea melemah 0,39%. Ringgit Malaysia melemah 0,34%.

Rupee India melemah 0,22%. Dolar Singapura melemah 0,17%. Peso Filipina melemah 0,11% terhadap dolar AS.

Dolar Taiwan melemah 0,10%. Sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis 0,04% terhadap dolar AS.

Hanya dua mata uang yang menguat terhadap dolar AS, yakni baht Thailand dan yuan China. Baht menguat 0,17%. Sedangkan yuan China menguat 0,02% terhadap the greenback.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,11% menjadi 99,04 pada hari ini. Indeks dolar menguat dalam empat hari beruntun.

Selanjutnya: Promo JSM Alfamidi Periode 9-11 Januari 2026, Aneka Biskuit Kaleng Harga Spesial

Menarik Dibaca: Promo JSM Alfamidi Periode 9-11 Januari 2026, Aneka Biskuit Kaleng Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]