Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah makin lemah di pertengahan April ini. Selasa (14/4), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 17.127 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 13 atau 0,08% menjadi Rp 17.135 per dolar AS.
Ini adalah posisi penutupan perdagangan rupiah paling lemah sepanjang masa, baik di pasar spot maupun Jisdor. Rupiah juga melemah dalam empat hari perdagangan terakhir.
Rupiah merupakan minoritas mata uang yang melemah terhadap dolar AS pada hari ini, selain dolar Hong Kong. Permintaan dolar AS meningkat karena investor memulangkan dividen yang didapat dari investasi di Indonesia.
Masalah fiskal Indonesia juga masih membayangi posisi rupiah. Ada kekhawatiran alokasi anggaran di program-program pilihan pemerintah yang lebih besar.
Kenaikan harga minyak di tengah perang juga berpotensi mengerek kebutuhan subsidi energi. Hal ini pada akhirnya akan menambah beban anggaran negara.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (14 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Di pasar Asia, dolar Hong Kong melemah tipis 0,04%.
Sementara sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,59%. Ringgit Malaysia menguat 0,55%.
Dolar Taiwan menguat 0,54%. Peso Filipina menguat 0,47%. Yen Jepang menguat 0,24%.
Yuan China menguat 0,20%. Baht Thailand menguat 0,13%. Dolar Singapura melemah 0,12%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,16% menjadi 98,21.
Indeks dolar melemah dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut. Meski dolar AS tengah melemah, rupiah tetap tak mampu memanfaatkan peluang untuk menguat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
