Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah hari ini berbalik menguat ke bawah level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Kurs rupiah spot menguat Rp 58 atau 0,34% menjadi Rp 16.983 per dolar AS pada Rabu (1/4) dari posisi paling lemah sepanjang masa Rp 17.041 per dolar AS yang tercatat kemarin.
Penguatan nilai tukar rupiah hari ini sejalan dengan penguatan di pasar saham.
Kurs rupiah Jisdor justru melemah di hari keempat berturut-turut. Hari ini, kurs rupiah Jisdor melemah tipis Rp 3 atau 0,02% menjadi Rp 17.002 per dolar AS, terburuk sepanjang masa.
Meski menguat di pasar spot, masih ada sejumlah sentimen negatif yang membayangi rupiah. Ada kekhawatiran tata kelola pemerintahan dan fiskal.
Sementara kenaikan harga minyak mengancam pelebaran defisit anggaran. Pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada hari ini, berkebalikan dengan kabar akhir bulan Maret.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (1 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Tetapi, ada kekhawatiran bahwa subsidi energi akan membengkak jika harga minyak tetap di level tinggi. Hal ini akan memperbesar defisit setelah sebelumnya kekhawatiran defisit dipicu oleh program makan bergizi gratis (MBG).
Seluruh mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada hari ini. Peso Filipina memimpin penguatan sebesar 0,86%.
Won Korea menguat 0,60%. Ringgit Malaysia menguat 0,56%. Yuan China menguat 0,29%.
Dolar Taiwan menguat 0,28%. Dolar Singapura menguat 0,26%. Baht Thailand menguat 0,14%.
Yen Jepang menguat 0,06%. Dolar Hong Kong menguat 0,01%. Rupee India menguat tipis 0,001%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,35% menjadi 99,61.
Indeks dolar melemah dalam dua hari terakhir setelah menguat lima hari beruntun. Indeks dolar telah turun di bawah level 100 sejak penutupan perdagangan kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
