Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat pada hari ini setelah kemarin melemah. Selasa (3/2), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 44 atau 0,26% menjadi Rp 16.754 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.777 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikutip oleh Bloomberg TV memastikan bahwa defisit anggaran tahun ini tidak akan melebihi batas 3% dari produk domestik bruto yang ditetapkan oleh undang-undang.
Selain itu, Kementerian Keuangan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan stabilitas mata uang. Purbawa bilang, pelemahan rupiah mendekati Rp 17.000 dapat memengaruhi sentimen sosial. Tetapi dia yakin, Indonesia tidak akan mengalami krisis seperti tahun 1998.
Selain rupiah, penguatan juga terjadi di mayoritas mata uang Asia. Rupee India mencatat penguatan terbesar, mencapai 1,51% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Inflasi Januari Melonjak, Kurs Rupiah Tertekan Hari Ini (2/2)
Ringgit Malaysia menguat 0,51%. Won Korea menguat 0,39%. Baht Thailand menguat 0,32%.
Dolar Taiwan menguat 0,25%. Dolar Singapura menguat 0,24%.
Yuan China menguat 0,13%. Yen Jepang menguat 0,06%.
Sedangkan dolar Hong Kong dan peso Filipina melemah masing-masing 0,03% dan 0,02% terhadap the greenback.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,20% menjadi 97,44.
Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) menjadi otoritas moneter utama pertama yang menaikkan suku bunga tahun ini. RBA menilai, tekanan inflasi terjadi berkelanjutan sehingga memerlukan pengetatan kembali.
RBA mengerek suku bunga acuan dari 3,6% menjadi 3,85% dalam keputusan bulat. Langkah RBA merupakan pengecualian di tengah bank-bank sentral negara utama yang masih dalam fase pelonggaran moneter.
Bank sentral AS Federal Reserve bahkan diperkirakan akan dua kali menurunkan suku bunga acuan tahun ini. Calon ketua The Fed usulan Presiden AS Donald Trump, Kevin Warsh diprediksikan akan memangkas suku bunga dengan agresif jika terpilih.
Selanjutnya: Investasi Emas untuk Pemula: Cara Simpan Aset Agar Tetap Cuan Saat Inflasi Menanjak
Menarik Dibaca: Desain iPhone 17e: Bezel Tipis dan Charger Super Cepat Menanti
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
