Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di awal Februari ini. Senin (2/2), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 12 atau 0,07% menjadi Rp 16.798 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah tipis Rp 4 atau 0,02% menjadi Rp 16.800 per dolar AS.
Tekanan pada rupiah terjadi di tengah aksi jual pasar saham sejak tengah pekan lalu. Sejumlah pejebat Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan mundur di akhir pekan di tengah upaya transparansi pasar modal, terutama di pasar saham.
MSCI menuntut keterbukaan pemilik saham di bawah 5% yang selama ini tidak dibuka.
Selain itu, laju inflasi awal tahun menunjukkan angka yang tinggi. Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa inflasi tahunan pada Januari 2026 berada di angka 3,55%. Ini adalah angka inflasi tahunan tertinggi sejak Juni 2023.
Meski secara bulanan deflasi karena kenaikan tinggi pada Desember 2025, laju indeks harga konsumen masih terhitung tinggi karena lonjakan harga pangan akibat bencana Sumatra di kuartal keempat 2025.
Laju inflasi tahunan ini berada sedikit di atas target Bank Indonesia, yakni antara 1,5%-3,5%. Tetapi, angka inflasi ini masih lebih rendah ketimbang perkiraan median survei ekonomi Bloomberg di level 3,77%.
Pergerakan mata uang Asia
Sebagian mata uang Asia juga melemah bersama dengan rupiah. Dolar Taiwan mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,44%.
Won Korea melemah 0,34%. Baht Thailand melemah 0,04%. Peso filipina melemah 0,02%. Yen Jepang melemah tipis 0,006%.
Sementara sejumlah mata uang Asia mampu menguat terhadap the greenback. Rupee India menguat 0,52%.
Yuan China menguat 0,19%. Dolar Hong Kong menguat 0,05%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,10% menjadi 97,09. Ini adalah penguatan dolar di hari kedua.
Pencalonan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump menyebabkan perkiraan pemangkasan suku bunga acuan dua kali tahun ini. Sebelumnya, The Fed diperkirakan hanya sekali memangkas bunga acuan pada tahun ini.
Selanjutnya: Klaim Penyakit Kritis Prudential Capai Rp 309 Miliar hingga Kuartal III-2025
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2), Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
