Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tipis menjelang akhir pekan meski ditutup di atas level Rp 17.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Jumat (25/9), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 13 atau 0,07% menjadi Rp 17.903 per dolar AS.
Dalam sepekan ini, kurs rupiah melemah 0,82% dari posisi Rp 17.758 per dolar AS pada Jumat (18/9) pekan lalu.
Kurs rupiah Jisdor tetap melemah di perdagangan terakhir pekan ini. Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 19 atau 0,11% menjadi Rp 17.917 per dolar AS hari ini dan melemah 0,97% dalam sepekan terakhir.
Kurs rupiah mencatat pelemahan mingguan terburuk dalam empat bulan terakhir. Sejumlah sentimen negatif melanda rupiah pada pekan ini. Suku bunga BI Rate tetap seperti dugaan sebagian besar pelaku pasar.
Rupiah tertekan oleh arus keluar modal dan harga minyak yang tinggi. Bank Indonesia kemarin mengatakan tetap melakukan stabilisasi rupiah lewat intervensi.
Baca Juga: Harga Emas Antam (24 September 2026) Turun, Simak Selisih dengan Buyback
Untuk hari ini di pasar spot, rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia. Won Korea menguat 1,18% sehari.
Yen Jepang menguat 0,65%. Baht Thailand menguat 0,46%. Peso Filipina menguat 0,43%.
Ringgit Malaysia menguat 0,29%. Dolar Taiwan menguat 0,24%.
Rupee India menguat 0,15%. Dolar Singapura menguat 0,15%.
Hanya yuan offshore dan dolar Hong Kong yang melemah tipis masing-masing 0,10% dan 0,01% terhadap dolar AS.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini melemah 0,24% menjadi 101,05 setelah menguat empat hari beruntun. Indeks dolar masih menguat 0,83% dalam sepekan terakhir.
Indeks dolar mencatat dua pekan terbaik dalam enam bulan terakhir. Serangkaian peristiwa, termasuk perubahan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve dan peningkatan ketegangan global telah mengerek daya tarik dolar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
