Kurs Rupiah Melemah 8 Hari Beruntun, Posisi Terlemah Sebulan Terakhir

Senin, 21 September 2026 | 16:45 WIB
Kurs Rupiah Melemah 8 Hari Beruntun, Posisi Terlemah Sebulan Terakhir
ILUSTRASI. -Petugas menghitung uang rupiah dan dolar Amerika (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah tajam di awal pekan ini. Senin (21/9), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 89 atau 0,50% menjadi Rp 17.847 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini adalah posisi rupiah paling lemah sejak 19 Agustus atau lebih dari sebulan lalu. Rupiah pun telah mengakumulasi pelemahan di hari perdagangan kedelapan berturut-turut.

Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini melemah Rp 68 atau 0,38% menjadi Rp 17.813 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor mencapai level paling lemah sejak 20 Agustus 2026.

Rupiah gagal memanfaatkan peluang untuk menguat saat harga minyak turun. Sebagian besar mata uang Asia mampu memanfaatkan peluang ini untuk melemah di awal pekan. 

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (21 September 2026), Hari Ini Turun atau Naik?

Tekanan terjadi pada rupiah menjelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan digelar pada 22-23 September 2026 esok. Bank Indonesia hari ini menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Selain intervensi di pasar valas, BI juga hadir di pasar sekunder obligasi negara.

Rupiah melemah bersama tiga mata uang Asia. Yen Jepang tertekan 0,27%. Peso Filipina melemah 0,06%. Dolar Hong Kong melemah 0,005%.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia menguat. Won Korea memimpin dengan penguatan 1,16%. Dolar Taiwan menguat 0,23%. Baht Thailand menguat 0,11%.

Ringgit Malaysia menguat 0,10%. Rupee India menguat 0,05%. Dolar Singapura menguat 0,04%. Yuan China menguat 0,01%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini menguat 0,10% menjadi 100,31. Indeks dolar terus berada di atas level 100 sejak pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]