Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Mata Uang Asia Hari Ini (27/7), Ada Apa?

Senin, 27 Juli 2026 | 16:38 WIB
Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Mata Uang Asia Hari Ini (27/7), Ada Apa?
ILUSTRASI. Senin (27/7), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 46 atau 0,26% menjadi Rp 18.009 per dolar Amerika Serikat (AS).

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di hari keempat berturut-turut. Senin (27/7), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 46 atau 0,26% menjadi Rp 18.009 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 22 atau 0,12% menjadi Rp 17.995 per dolar AS.

Pasar keuangan Indonesia mendapatkan kabar mendadak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri. 

Fitch Ratings melihat risiko tekanan eksternal lebih lanjut bagi Indonesia terkait kekhawatiran tentang bank sentral. 

Dalam pernyataan setelah pengunduran diri Perry, Fitch Ratings melihat risiko yang timbul dari sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter pada masa depan dan persepsi independensi bank sentral, terutama mengingat mandat kebijakan Bank Indonesia yang lebih kompleks.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 27 Juli 2026 - Cek Semua Ukuran

Rupiah melemah di tengah penguatan mata uang Asia. Selain rupiah, hanya won Korea yang melemah 0,68%.

Hampir seluruh mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Rupee India menguat 0,74%.

Baht Thailand menguat 0,37%. Dolar Taiwan menguat 0,27%.

Peso Filipina menguat 0,26%. Yen Jepang menguat 0,17%. Ringgit Malaysia menguat 0,11%. 

Yuan China menguat 0,08%. Dolar Singapura menguat 0,04%. Dolar Hong Kong menguat tipis 0,008%.

Sementara indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,19% menjadi 101,28. 

Pasar keuangan global menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee yang berlangsung pada 28-29 Juli 2026.

Traders obligasi memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve sekitar 1:3 karena ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi. Para investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BERITA TERKAIT
TERBARU
loading
Close [X]