Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di awal pekan ini. Senin (13/4), kurs rupiah di pasar spot melemah tipis Rp 1 atau 0,01% menjadi Rp 17.105 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah posisi penutupan paling lemah, sama dengan posisi penutupan pada Selasa (7/4) lalu. Salah satu tekanan pada kurs rupiah berasal dari kenaikan harga minyak yang terjadi lagi setelah kegagalan negosiasi antara AS dan Iran.
Kebuntuan negosiasi menyebabkan Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz. Nouriel Roubini, CEO Roubini Macro Associates dalam wawancara dengan Bloomberg TV menyebutkan bahwa langkah ini berisiko meningkatkan ketegangan dan memperumit hubungan AS-China.
Roubini memperkirakan, perang di Iran tidak akan berakhir pada pertengahan Mei ketika Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu.
Kurs rupiah Jisdor pun melemah Rp 10 atau 0,06% menjadi Rp 17.122 per dolar AS. Ini adalah posisi rupiah Jisdor paling lemah sepanjang masa.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (13 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Rupee India mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,69%.
Baht Thailand melemah 0,67%. Won Korea melemah 0,34%.
Ringgit Malaysia melemah 0,29%. Yen Jepang melemah 0,28%. Dolar Singapura melemah 0,16%.
Yuan China melemah 0,04%. Dolar Hong Kong melemah 0,01%.
Hanya dolar Taiwan yang mampu menguat tipis 0,02% terhadap the greenback.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,34% menjadi 98,99. Ini adalah penguatan pertama indeks dolar setelah melemah dalam lima hari beruntun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
