Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat menguat ke bawah level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan kemarin, kurs rupiah kembali melemah ke atas level tersebut. Kamis (2/4) sebelum libur panjang, kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 19 atau 0,11% menjadi Rp 17.002 per dolar AS.
Angka ini masih lebih rendah ketimbang penutupan paling lemah sepanjang masa Rp 17.041 per dolar AS yang tercatat pada Selasa, 31 Maret 2026.
Kurs rupiah Jisdor melemah di hari perdagangan kelima berturut-turut. Hari ini, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 13 atau 0,08% menjadi Rp 17.015 yang merupakan posisi terburuk.
Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menyerang Iran dengan sangat keras dalam dua hingga tiga pekan mendatang.
Pernyataan ini mencuat setelah sebelumnya dia bilang telah mencapai kesepakatan dengan Iran.
Pernyataan Trump ini menyebabkan tekanan pada rupiah dan mata uang Asia secara umum.
Trump mengatakan bahwa serangan AS akan membawa Iran kembali ke zaman batu. Dia menegaskan bahwa tujuan strategis inti AS hampir tercapai.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (2 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Pernyataan plin-plan Trump ini menyebabkan pasar keuangan global bergejolak. Pasar saham Indonesia bahkan jatuh lebih dari 2% menjelang long weekend.
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina mencatat pelemahan paling dalam, yakni 0,58%. Yen Jepang juga melemah 0,56%.
Baht Thailand melemah 0,41%. Dolar Singapura melemah 0,35%.
Ringgit Malaysia melemah 0,33%. Yuan China melemah 0,29%.
Won Korea melemah 0,22%. Dolar Taiwan melemah 0,08%.
Dua mata uang Asia mampu menguat di tengah mayoritas pelemahan. Rupee India menguat tajam 2%. Sedangkan dolar Hong Kong menguat tipis 0,02%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,50% menjadi 100,14 setelah tertekan dua hari beruntun. Indeks dolar kembali ke atas level 100 setelah berada di level tersebut dua hari sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
