Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah dan mencapai titik paling lemah terbaru menjelang libur. Selasa (26/5), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 52 atau 0,29% menjadi Rp 17.796 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor hari ini melemah Rp 46 atau 0,26% menjadi Rp 17.789 per dolar AS. Ini juga merupakan posisi rupiah paling lemah sepanjang sejarah.
Rupiah melemah dalam empat hari perdagangan beruntun ke level paling lemah sepanjang masa. Rupiah masih terbebani oleh kekhawatiran harga minyak yang masih terhitung tinggi. Harga minyak yang tak kunjung turun berpotensi menyebabkan subsidi energi membengkak.
Hal ini pada akhirnya akan memperlebar defisit fiskal. Ada juga kekhawatiran defisit transaksi berjalan karena Indonesia merupakan importir bersih minyak.
Di pasar keuangan, imbal hasil obligasi pemerintah meningkat tipis.
Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate. Hal ini memperlebar selisih antara suku bunga Indonesia dengan negara maju seperti AS. Selisih yang lebar diharapkan bisa menarik minat investor untuk menempatkan dana di Indonesia.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Batangan (26 Mei 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Mayoritas mata uang Asia hari ini melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand memimpin pelemahan sebesar 0,50%. Ringgit Malaysia melemah 0,37%.
Rupee India melemah 0,33%. Yen Jepang melemah 0,18%. Peso Filipina melemah 0,17%.
Dolar Singapura melemah 0,06%. Yuan China melemah 0,05%. Dolar Hong Kong melemah 0,02%.
Dua mata uang Asia mampu menguat di tengah mayoritas pelemahan. Won Korea menguat 0,49%. Dolar Taiwan menguat 0,06%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia hari ini melemah 0,17% menjadi 99,07. Meski bergerak fluktuatif, indeks dolar mampu bertahan di atas level 99 dalam delapan hari perdagangan terakhir.
Harga obligasi negara AS naik setelah libur. Imbal hasil obligasi AS turun menjadi 4,51%. Optimisme potensi kesepakatan AS-Iran menyebabkan harga minyak sedikit turun dan meredakan kekhawatiran inflasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
